Concourse Bawah Tanah Bundaran HI Dibangun, Telan Rp200 Miliar
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020)./Antara-Anis Efizudin
Harianjogja.com, JAKARTA – Ekonom menilai pemerintah perlu mempertimbangan kembali kenaikan harga tiket naik Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi Rp750.000 untuk wisatawan lokal.
Pemerintah beralasan kenaikan harga tersebut dilatarbelakangi keperluan perawatan atau maintenance serta membatasi jumlah pengunjung yang naik ke situs candi.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal melihat cukup wajar alasan tersebut digunakan untuk menaikkan harga tiket naik, tetapi perlu dipertimbangkan kembali.
“Saya rasa ini masih cukup fair, tetapi perlu dikaji lagi Rp750.000 itu, saya rasa masih ketinggian, karena kita harus mempertimbangkan aksesibilitas tempat wisata bagi masyarakat yang bukan hanya kelas atas,” ujar Faisal, Minggu (5/6/2022).
Pertimbangan tersebut harus dilakukan, menurut Faisal, karena jika ditetapkan terlalu tinggi, artinya yang dapat memasuki situs candi tersebut hanyalah wisatawan dengan penghasilan tinggi, sedangkan kalangan menengah ke bawah tidak dapat masuk.
Diketahui kenaikan harga tersebut diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin naik ke atas candi, sedangkan wisatawan yang berkunjung di sekitar area candi atau di pelataran cukup membayar HTM normal, yakni Rp50.000 (dewasa). Sebaliknya, tiket masuk untuk pelajar ditetapkan Rp5.000 per orang.
“Jadi ada ketidaksamaan akses yang diberikan untuk mengunjungi Candi Borobudur, saya rasa ini perlu dipertimbangkan meski dengan alasan kelestarian candi, dengan tarif itu masih terlalu tinggi untuk standar menengah bawah Indonesia, apalagi masyarakat setempat yang memiliki UMR rendah,” lanjut Faisal.
Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah sebesar Rp1.812.935,43, sementara upah minimum regional (UMR) Kabupaten Magelang pada 2022 sebesar Rp2.081.807,18.
Masyarakat setempat pun akan kesulitan mengunjungi situs sejarah di wilayahnya sendiri karena harga tiket yang hampir setengah dari total pendapatan yang diterima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.