Libur Iduladha 2026, Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 3 Juta
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Kondisi Masjid Sriwedari, Solo, yang mandek pembangunannya beberapa bulan terakhir, Rabu (15/12/2021) siang./Solopos.com-Kurniawan
Harianjogja.com, SOLO-Menara Masjid Sriwedari yang sempat dikira mau ambruk memiliki konstruksi yang kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo, Achmad Purnomo.
Polisi diharapkan bisa mencari tahu siapa orang yang pertama menyebar hoaks bahwa menara masjid itu hendak ambruk. Gara-gara hoaks tersebut, ratusan pengunjung car free day atau CFD Jl Slamet Riyadi Solo panik dan berlarian.
Banyak pihak yang dirugikan akibat kegemparan terebut, baik pengunjung maupun pedagang makanan yang lapaknya rusak atau terinjak-injak oleh massa yang panik.
Saat diwawancarai Solopos.com di acara Halalbihalal Kadin Solo dan Solo Bersama Selamanya di Solo Paragon Hotel dan Residences, Senin malam, mantan Wakil Wali Kota Solo itu mengakui pembangunan Masjid Sriwedari termasuk menara belum selesai 100%.
Baca juga: Solo Geger! Pengunjung CFD Berlarian Mengira Menara Sriwedari Mau Ambruk, Padahal Begini...
Progres terakhir pembangunan masjid itu mencapai kurang lebih 85% alias menyisakan 15% untuk finishing dan penataan lansekap. “Itu kan semua sudah dibeli tinggal masang. Kalau ngecek ke koleksi tinggal masang. Finishing,” katanya.
Pembangunan masjid itu saat ini terhenti karena panitia kehabisan anggaran. Anggaran pembangunan masjid yang dimulai pada 2018 lalu itu ditetapkan tidak menggunakan anggaran pemerintah atau APBD melainkan sumbangan berbagai sumber.
Ada dari perusahaan melalui corporate social responsibility (CSR) dan donatur lain. Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan fisik mencapai Rp165 miliar.
Mencari Anggaran
Purnomo menjelaskan konstruksi bangunan menara Masjid Sriwedari Solo itu kuat. Polisi membantu mencari siapa penyebar hoaks mengenai menara masjid. “Masih tersisa 15 persen berhenti karena sedang mencari anggaran lagi,” kata Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Sriwedari Solo, Farid Sunarto, melalui Whatsapp, Senin (30/5/2022).
Seperti diberitakan, gara-gara hoaks menara Masjid Sriwedari hendak roboh, para pengunjung CFD berlarian karena panik, Minggu (29/5/2022). Belakangan diketahui, ada orang yang mengira menara masjid goyang dan akan roboh karena ilusi optik.
Orang tersebut melihat ke arah menara dan mengira menara tersebut bergoyang. Padahal yang bergerak adalah objek lain yakni awan di sekitar menara.
Ada pun ketinggian menara Masjid Sriwedari mencapai 99 meter yang merupakan representasi Asmaul Husna. Di sisi lain untuk bangunan masjidnya terinspirasi Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kudus, Masjid Lasem, dan Masjid Agung An Nur Pekanbaru.
Berita ini sudah tayang di Solopos.com dengan judul "Dikira Mau Ambruk, Panitia Pastikan Menara Masjid Sriwedari Solo Kuat".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Konsumsi suplemen berlebihan seperti vitamin C dan D bisa membahayakan ginjal. Simak penjelasan ahli dan batas aman konsumsi.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.