Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Jumpa pers di ruang sidang lantai 2 kantor Setda Kota Magelang tentang pagelaran wayang, Rabu (11/5/2022)./Ist
Harianjogja.com, MAGELANG-Pemerintah Kota Magelang kembali menggelar pagelaran wayang dalam rangka memperingati hari jadi ke-1116 Kota Magelang tahun 2022. Kegiatan ini menjadi pagelaran luring pertama sejak pandemi Covid-19. Kali ini, pagelaran wayang tersebar di 10 titik di kelurahan-kelurahan di Kota Magelang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Sugeng Priyadi menjelaskan, sebelumnya wayang kulit dilaksanakan 1 kali dipusatkan di Alun-alun dengan menampilkan dalang kondang dari luar Kota Magelang.
"Tapi kali ini sebagian besar kita tampilkan dalang lokal Kota Magelang, dengan tujuan memberdayakan dan memberikan kesempatan mereka untuk tampil," terang Sugeng dalam jumpa pers di ruang sidang lantai 2 kantor Setda Kota Magelang, Rabu (11/5/2022).
Dalang lokal asal Kota Magelang antara lain Ki Susilo Anggoro, Ki Kaji Habeb, Ki Andritopo, Ki Royan Desa Ramadhan dan lainnya. Pagelaran diawali pada Sabtu, 14 Mei 2022, dengan lakon Pandawa Nugraha dan dalang Ki Adi Sulistyo. Bertempat di Plengkung Kelurahan Potrobangsan, Jalan Piere Tendean, pukul 20.00 WIB.
Baca juga: Gus Miftah Trending Gara-Gara "Serang" Ustaz Khalid di Pagelaran Wayang
Sugeng mengungkapkan, seluruh wayang yang ditampilkan tidak semuanya adalah wayang kulit, namun ada juga wayang Mikael yang terbuat dari mika. Kemudian ada wayang infus, wayang kardus dan sebagainya.
Menurutnya, pagelaran wayang kali ini tersebar di berbagai titik di Kota Magelang agar lebih dekat dengan masyarakat dalam konteks edukasi dan kecintaan pada budaya lokal.
"Selain itu, agar masyarakat setempat juga terlibat baik dari sisi partisipasi penyelenggaraan, pemberdayaan UMKM dan sebagainya," imbuh Sugeng.
Sugeng melanjutkan, selain di 10 titik, pada bulan Mei-Juni 2022 juga dilaksanakan pentas senin dan pagelaran wayang yang merupakan kegiatan sadranan yang sebelumnya ditunda karena PPKM level 4 Kota Magelang.
"Ada lima pagelaran wayang yang merupakan kegiatan penundaan sadranan, antara lain di Kampung Nambangan, Trunan, Dudan, Tidar Campur dan Ngentak Murni," ujar Sugeng.
Selanjutnya di akhir pagelaran pada bulan Oktober 2022 akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal dengan dalang nasional. Rencananya akan menampilkan dalang nasional Ki Cahyo Kuntadi dari Karanganyar.
Plt Kadisdikbud Kota Magelang Papa Riyadi menambahkan, pagelaran wayang dinilai bagus karena mengandung budaya leluhur yang patut dilestarikan. Ada muatan-muatan yang perlu disampaikan kepada masyarakat khususnya generasi muda.
"Dalam wayang ada nilai adi luhur dan hebat, nilai kebudayaan, kerja sama, toleransi, asah asih asuh, tata krama/kesantunan," ungkapnya.
Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan menarik kunjungan ke Kota Magelang yang selanjutnya dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.