Komdigi Targetkan Ekonomi Digital Rp155,57 Triliun pada 2026
Komdigi menargetkan kontribusi ekonomi digital nasional Rp155,57 triliun pada 2026 melalui penguatan ekosistem digital dan transformasi teknologi.
Dok. Tenaga medis membawa pasien. ANTARA FOTO/Ampelsa
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut adanya temuan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia yang menyebabkan 3 anak meninggal dunia di DKI Jakarta.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan awal mula kasus hepatitis akut ditemukan di Indonesia usai tiga pasien anak rujukan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat meninggal dunia setelah dirawat di RS Dr Ciptomangunkusumo.
Ketiga pasien tersebut diduga menderita hepatitis misterius yang belum diketahui penyebabnya hingga meninggal dunia. Nadia menyebutkan tiga anak yang meninggal tersebut berusia di bawah 6 tahun dan belum mendapatkan vaksin Covid-19.
"Ini usia di bawah enam tahun, jadi belum dapat vaksin," kata Nadia kepada Bisnis, Selasa (3/5/2022).
Nadia juga menegaskan tiga anak tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Selain itu, mereka tinggal di tempat berbeda dan bukan di daerah kumuh.
Sementara itu untuk indikasi penularannya, Nadia menyebutkan pihaknya tengah menyelidikinya. "Ini masih di PE," ujarnya.
Penyelidikan epidemiologi (PE) merupakan penyelidikan yang dilakukan untuk mengenal sifat-sifat penyebab, sumber dan cara penularan serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya wabah penyakit. Nadia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila timbul gejala.
Adapun, gejala hepatitis misterius antara lain kuning, demam, mual, muntah dan diare. Nadia juga mengungkapkan ada sejumlah tahap yang wajib dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan.
“Pertama memastikan makanan dalam keadaaan matang dan bersih, kedua tidak memakai alat makan bersamaan, kemudian rajin mencuci tangan, dan menghindari kontak dengan orang sakit," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
KPK menahan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi dalam kasus suap Bupati Muara Enim. Kasus berkembang hingga dugaan pengondisian audit BPK.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.
Iran memperingatkan AS dan Israel agar tak memicu konflik jelang pemakaman Khamenei. Militer siap merespons setiap ancaman.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.