Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Ini Daftar Bandara Terdampak
Karhutla dan kabut asap mengganggu penerbangan di Kalimantan. Simak daftar bandara, rute, penumpang terdampak, dan perubahan jadwalnya.
Salah satu pementasan tari dalam Gelar Seni Pranatan Anyar bertema Lestari Budayaku di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA--Pelaku usaha pariwisata terutama hotel dan restoran waswas jika program relaksasi kredit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berakhir pada 31 Maret 2023. Pasalnya, meski kondisi sudah terlihat membaik, belum ada pendapatan yang signifikan karena harus menutupi kerugian dua tahun ke belakang.
OJK mencatat piutang pembiayaan sektor pariwisata sebesar Rp34,83 Triliun atau sebesar 8,81% dari total piutang pembiayaan.
BACA JUGA: Konsumsi BBM saat Mudik Bakal Melonjak, Segini Angka Prediksi Pertamina
Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-bank (IKNB) 2B Otoritas Jasa Keuangan, Bambang W Budiawan mengatakan penyaluran pembiayaan ke sektor pariwisata tersebut disalurkan kepada 1.583.657 debitur. Sementara tingkat pengembalian dinilai baik oleh Bambang terlihat dari rendahnya nilai piutang pembiayaan bermasalah.
“Tingkat pengembalian untuk sektor pariwisata masih cukup baik apabila dilihat dari nilai piutang pembiayaan bermasalah di sektor pariwisata yang cukup rendah sebesar Rp1.039 triliun atau sebesar 2,98 persen dari total piutang pembiayaan ke sektor pariwisata,” ujar Bambang, Kamis (14/4/2022).
BACA JUGA: Sempat Merugi, Pria Ini Kini Sukses lewat Bisnis Clothing Karakter Hewan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran menyampaikan tingginya beban yang dipikul pelaku pariwisata masih sangat berat dan akan semakin berat jika kebijakan tersebut habis masanya. Maulana memprediksi setidaknya butuh perpanjangan dua tahun sejak 2023 untuk hotel dan restoran siap tanpa relaksasi.
Dia menyampaikan data terakhir pada 2021 pertumbuhan sektor ini baru mengalami kenaikan demand sebesar 2% (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan 2020 yang minus hingga 20% (yoy). “Kami masih butuh bantuan, paling tidak diberikan lagi relaksasi hingga 2025, sehingga mereka ada saving untuk siap dilepas relaksasinya,” kata Maulana, Rabu (13/4/2022).
Terkait dengan hal tersebut, OJK menilai kinerja Perusahaan Pembiayaan khususnya yang terkait dengan sektor pariwisata sudah mulai membaik seiring dengan penurunan level PPKM di berbagai daerah. Selain itu, kasus Covid-19 yang semakin terkendali dan pembukaan perbatasan oleh pemerintah juga memberikan harapan bagi industri pariwisata.
Berdasarkan data OJK, saat ini outstanding piutang pembiayaan di sektor pariwisata yang pernah mendapatkan restrukturisasi pembiayaan karena dampak Covid-19 sebesar Rp4,08 triliun atau sebesar 11,71% dari total piutang pembiayaan pariwisata.
Walaupun demikian, OJK akan tetap waspada dalam memonitor perkembangan kondisi ekonomi dan pandemi. OJK menyampaikan akan terus waspada dan memantau atas perkembangan kinerja penyaluran pembiayaan di sektor pariwisata serta kondisi ekonomi dan pandemi.
“Untuk menjaga dan mendorong momentum pemulihan, OJK akan mengambil kebijakan yang dibutuhkan termasuk untuk memperpanjang kebijakan restrukturisasi apabila diperlukan,” ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Karhutla dan kabut asap mengganggu penerbangan di Kalimantan. Simak daftar bandara, rute, penumpang terdampak, dan perubahan jadwalnya.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.