Korban Scam di ASEAN Naik Jadi 45%, Ekonomi Digital Dibidik
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak membandingkan syarat mudik lebaran dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurutnya, jumlah masyarakat yang ingin mudik mencapai hampir 80 juta orang, sehingga dibutuhkan perlakuan berbeda dari gelaran MotoGP dengan jumlah penonton yang hanya berjumlah 60.000 orang.
"Jangan dibandingkan dengan acara-acara lain seperti MotoGP yang 60.000 orang. Nggak bisa dibandingkan yang 60.000 dengan 79 juta [pemudik]," kata Jokowi usai meninjau Candi Borobudur di Magelang, dikutip dari YouTube Setpres, Rabu (30/3/2022).
Lebih lanjut, Kepala Negara juga kembali mengingatkan persyaratan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik.
"Yang paling penting saat mudik kemudian kalau berwisata jalankan protokol kesehatan, utamanya pakai masker. Yang kedua sudah harus divaksinasi lengkap dan ditambah vaksin penguat atau booster," ujarnya.
Menurutnya, seluruh masyarakat harus saling melindungi satu sama lain dari risiko penyebaran Covid-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.
Baca juga: Masyarakat Boleh Mudik Lebaran, Ini Syaratnya
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Presiden Jokowi melihat ada dampak negatif jika masyarakat tidak lengkap vaksin, terutama bagi orang tua. Padahal mereka yang menjadi alasan anak-anaknya melakukan mudik.
“Oleh karena itu, beliau menyarankan kalau mau mudik itu sebaiknya di-booster supaya memperkecil risiko orang yang dikunjungi. Nanti malah terkena. Kalau yang booster-nya lengkap itu tidak usah tes,” kata Menkes pada konferensi pers virtual, Rabu (23/3/2022).
Budi menjelaskan bahwa kebijakan itu untuk memudahkan perjalanan mudik. Dengan begitu, publik bisa pulang kampung meski belum mendapatkan vaksin booster.
Adapun, Bagi warga yang belum disuntik vaksin booster tapi sudah mendapatkan vaksin dosis kedua akan diwajibkan melakukan tes antigen. Pemerintah nantinya juga akan menyediakan tempat untuk layanan vaksinasi gratis.
Menkes Budi menambahkan layanan vaksinasi gratos akan tersedia di fasilitas-fasilitas angkutan umum dan beberapa pos mudik. Tujuannya pelaksanaan vaksin bisa dilakukan segera.
"Kalau dia baru satu kali vaksinasi, dia harus tesnya PCR, tapi tetap nanti akan ada tempat-tempat khusus baik di angkutan umum maupun beberapa pos. Kalau mau naik angkutan pribadi bisa juga disuntik keduanya lengkapnya di sana,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.