Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jogja masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem.
Siklon tropis Charlotte terus menjauhi wilayah Indonesia, namun dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
"Hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah provinsi ,yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat," kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (21/3/2022).
Guswanto menjelaskan selain hujan intensitas sedang hingga lebat, dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan berupa angin kencang juga berpotensi terjadi di Lampung bagian selatan, Selat Sunda Banten, DKI Jakarta, dan Perairan selatan Jawa.
BACA JUGA: Pesawat Kontroversial Boeing 737 Kembali Celaka, Kali Ini di China!
Tinggi gelombang laut dengan ketinggian moderate atau 1,25-2,5 meter juga berpotensi terjadi di Laut Jawa, Perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat serta Samudra Hindia selatan NTT.
Sedangkan tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Bali, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.
Selain itu, juga perlu diwaspadai potensi gelombang alun atau swell penyebab banjir pesisir di wilayah Perairan selatan Jawa serta Bali-Lombok-Pulau Sumbawa.
Siklon tropis Charlotte merupakan sistem siklon tropis yang terbentuk dari sistem bibit siklon 93S sejak Kamis (17/3) yang mulai terbentuk di sekitar Nusa Tenggara Timur.
Siklon Tropis Charlotte mulai terbentuk di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa Timur, tepatnya di 14.6LS dan 112.3BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 40 knots (75 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya sekitar 996 hPa.
Mengingat lokasi pertumbuhan Siklon Tropis Charlotte sudah berada di wilayah tanggung jawab Australia, sistem penamaannya dirilis oleh TCWC Australia.
Selain Siklon tropis Charlotte, BMKG juga memantau adanya bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman sebelah utara Aceh, tepatnya di 12.1 LU dan 94.9 BT dengan kecepatan angin maksimumnya sekitar 30 knots (54 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya sekitar 998.9 hPa dengan pergerakan sistemnya ke arah utara.
Dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan dari keberadaan bibit siklon tropis 91B terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah di provinsi Aceh.
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter atau moderate berpotensi terjadi di Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan utara Pulau Sabang. Sedangkan tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) berpotensi di Selat Malaka bagian Utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias serta gelombang alun penyebab banjir pesisir di wilayah Samudra Hindia barat Aceh hingga Pulau Nias.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.