Permendag 19 Tahun 2026 Wajibkan Marketplace Utamakan Produk Lokal
Permendag 19/2026 mewajibkan marketplace memprioritaskan produk lokal tanpa mengatur algoritma platform digital.
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021./Antara-Reuters\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuding Presiden Rusia Vladimir Putin tengah berusaha menghancurkan negara Ukraina.
“Ini adalah perang total. Putin telah memutuskan untuk menghapus Ukraina dari peta Negara. Masalah Donbass hanyalah dalih,” kata Le Drian kepada radio France Inter, dikutip melalui Al Arabiya, Jumat (25/2/2022).
Bahkan, dia juga memperingatkan bahwa keamanan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut dalam bahaya.
"Apa yang diinginkan Putin adalah penyerahan Ukraina dan dia akan melakukan serangan sampai akhir sehingga keamanan Presiden Zelensky menjadi elemen sentral dari semua yang terjadi. Oleh sebab itu, kami siap membantunya jika perlu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Le Drian mengatakan Prancis juga khawatir tentang kemungkinan serangan militer Rusia terhadap Moldova dan Georgia, dua negara bekas Soviet lainnya. Bahkan, dirinya mengecam pergeseran Rusia menuju campur tangan di negara-negara lain.
Bahkan, para pejabat Prancis disebutkan telah memperingatkan bahwa krisis dapat dengan cepat meningkat di sepanjang sisi timur NATO, sehingga dia memperingatkan bahwa Putin juga dapat menguji tekad Barat dengan berusaha untuk mengambil alih wilayah Transnistria yang memisahkan diri, yang telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Moldova, atau wilayah bekas Soviet lainnya.
Lithuania, negara Baltik yang sekarang menjadi anggota aliansi pertahanan NATO, pada hari Kamis menetapkan keadaan darurat setelah invasi Rusia ke Ukraina.
“Putin menciptakan kembali sejarah. Dia ingin membangun kembali sebuah kerajaan, menunjukkan kekuatannya dengan segala cara. Ini adalah kenyataan baru. Ini tidak lagi seperti pada masa Perang Dingin, karena pada saat itu tidak ada perang. Yang baru adalah bahwa ini adalah perang di jantung Eropa,” kata Le Drian.
BACA JUGA: Jabatan Jokowi Ingin Diperpanjang, Nasdem: Konstitusi Mau Diobrak-abrik
Dikutip melalui The Wall Street Journal, Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan invasi Rusia ke Ukraina sebagai konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
"Kami menyaksikan awal perang yang belum pernah kami lihat di Eropa selama lebih dari 75 tahun," kata Scholz.
Bahkan, Olaf Scholz menyebut serangan Rusia ke Ukraina adalah upaya paksa Rusia menghapus Ukraina dari peta dunia.
"Ini adalah upaya untuk secara paksa menggeser perbatasan di Eropa, bahkan mungkin untuk menghapus seluruh negara dari peta dunia," kata Olaf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Permendag 19/2026 mewajibkan marketplace memprioritaskan produk lokal tanpa mengatur algoritma platform digital.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.