Gelombang Panas Makin Parah, Italia Tetapkan Siaga Merah di 19 Kota
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.
pterosaur/guardian
Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang mahasiswa pascasarjana yang berburu tulang dinosaurus berhasil menemukan sisa-sisa pterosaurus terbesar yang pernah tercatat dari periode Jurassic, di Isle of Skye Skotlandia.
Sejak mengumpulkan spesimen pada tahun 2017 para peneliti telah mempelajari anatominya dan menentukan bahwa itu adalah spesies yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka memberi binatang itu nama Gaelik Skotlandia Dearc sgiathanach (jark ski-an-ach), arti ganda dari "reptil bersayap" dan "reptil dari Skye," karena nama Gaelik Skye (An t-Eilean Sgitheanach) berarti "pulau bersayap ."
D. sgiathanach memiliki lebar sayap lebih dari 8 kaki (2,5 meter), ukuran liar untuk pterosaurus yang berasal dari periode Jurassic (201,3 juta hingga 145 juta tahun yang lalu), kata tim tersebut.
"Dearc adalah pterosaurus terbesar yang kita ketahui dari periode Jurassic, dan itu memberi tahu kita bahwa pterosaurus menjadi lebih besar jauh lebih awal dari yang kita duga, jauh sebelum periode Cretaceous, ketika mereka bersaing dengan burung - dan itu sangat signifikan," peneliti senior studi Steve Brusatte, seorang profesor dan ketua pribadi paleontologi dan evolusi di Universitas Edinburgh, mengatakan dalam sebuah pernyataan dilansir dari Livescience.
Pterosaurus (yang bukan dinosaurus) adalah vertebrata pertama yang diketahui telah berevolusi dengan penerbangan bertenaga — suatu prestasi yang mereka capai sekitar 50 juta tahun sebelum burung melakukannya.
Baca juga: Menarik, Ada Kostum Dinosaurus Ala Anak SMK Bantul. Harga Jual sampai Ratusan Juta
Pterosaurus tertua dalam catatan tanggal sekitar 230 juta tahun yang lalu, selama periode Trias, dan sebelumnya diperkirakan bahwa mereka tidak mencapai ukuran besar sampai akhir Jurassic atau periode Cretaceous (145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu). Misalnya, pterosaurus terbesar yang pernah tercatat, Quetzalcoatlus, kemungkinan memiliki lebar sayap sepanjang 36 kaki (11 m), yang berarti sebesar pesawat penumpang kecil selama masa hidupnya sekitar 70 juta tahun yang lalu.
Namun, untuk terbang, pterosaurus membutuhkan tulang yang ringan dan halus, fitur yang berarti sisa-sisa mereka jarang menjadi fosil dengan baik.
"Untuk bisa terbang, pterosaurus memiliki tulang berongga dengan dinding tulang tipis, membuat sisa-sisa mereka sangat rapuh dan tidak layak untuk diawetkan selama jutaan tahun," kata ketua peneliti studi Natalia Jagielska, kandidat doktor paleontologi di University of Edinburgh, dalam pernyataannya.
“Namun kerangka kita, sekitar 160 juta tahun sejak kematiannya, tetap dalam kondisi yang hampir murni, diartikulasikan [tulang-tulang dalam urutan anatomis] dan hampir lengkap. Giginya yang tajam untuk menangkap ikan masih mempertahankan lapisan enamel yang mengkilap seolah-olah dia hidup hanya beberapa minggu yang lalu." paparnya lagi.
Analisis pertumbuhan tulang pterosaurus mengungkapkan bahwa itu tidak sepenuhnya tumbuh. Jadi, meskipun individu yang hampir dewasa ini kira-kira seukuran burung terbang terbesar saat ini, seperti elang laut pengembara (Diomedea exulans), kemungkinan D. sgiathanach dewasa akan memiliki lebar sayap yang lebih panjang, kata para peneliti. Selain itu, pemindaian computed tomography (CT) mengungkapkan bahwa D. sgiathanach memiliki lobus optik besar, yang berarti kemungkinan memiliki penglihatan yang sangat baik.
Ketika D. sgiathanach masih hidup, daerah yang sekarang Skotlandia lembab dan memiliki perairan hangat, di mana pterosaurus kemungkinan memakan ikan dan cumi-cumi dengan taring tajam dan gigi yang jelas, kata Jagielska dalam sebuah video.
Penggalian fosil ini di Rubha nam Brathairean (dikenal sebagai Brothers\' Point) ditemukan oleh Amelia Penny, mantan mahasiswa doktoral di School of GeoSciences di University of Edinburgh yang sekarang menjadi peneliti di School of Biology di Universitas St Andrews di Skotlandia. Spesimen akan ditambahkan ke koleksi Museum Nasional Skotlandia untuk studi lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Jadwal KRL Palur-Jogja Sabtu, 22 Agustus 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja.
adwal KRL Jogja-Solo Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia sejak pagi hingga tengah malam. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.