Artefak Diduga Wine 4.000 Tahun Ditemukan di Gua Spanyol

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Minggu, 23 Juni 2024 19:57 WIB
Artefak Diduga Wine 4.000 Tahun Ditemukan di Gua Spanyol

Ilustrasi wine./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA—Para peneliti telah menemukan sesuatu yang diduga sebagai anggur atau wine tertua di dunia di sebuah gua di Spanyol selatan. Penemuan luar biasa ini memberikan pencerahan baru pada sejarah pembuatan anggur, menunjukkan bahwa tradisi kuno mungkin telah dimulai jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Dilansir dari timesofindia, anggur tersebut ditemukan dalam stoples tembikar kuno, berusia lebih dari 4.000 tahun, menjadikannya bukti pembuatan anggur tertua di dunia.

Hal Ini berseberangan dengan penemuan sebelumnya di wilayah seperti Georgia dan Armenia, yang pernah dianggap sebagai anggur tertua di dunia, dan menjadi tempat lahirnya pemeliharaan anggur awal.

Arkeolog, María Pérez yang memimpin penggalian mengatakan penemuan ini tidak hanya penting bagi Spanyol tetapi juga bagi pemahaman manusia tentang penyebaran dan perkembangan pembuatan anggur dalam sejarah manusia.

Analisis kimia dari residu dalam stoples menegaskan adanya asam tartarat, indikator utama anggur anggur.

BACA JUGA: Miris! Begini Kondisi Situs Gunung Wingko-Kampung Purba Pesisir Selatan Jawa di Bantul

Situs yang terletak di wilayah Andalusia ini telah menjadi harta karun berupa artefak kuno, namun penemuan anggur ini telah menarik imajinasi para sejarawan dan penggemar anggur.

Guci-guci tersebut ditemukan dalam keadaan terawat baik, terkubur jauh di dalam gua, yang membantu melindungi isinya dari kerusakan akibat waktu.

Doktor Pérez dan timnya percaya bahwa produksi anggur kuno ini kemungkinan besar merupakan bagian dari praktik budaya dan sosial yang lebih besar. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online