LPDP Luruskan Rumor Pernah Dikuasai Kaum Tarbiyah

Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya Minggu, 20 Februari 2022 20:17 WIB
LPDP Luruskan Rumor Pernah Dikuasai Kaum Tarbiyah

Ilustrasi Beasiswa LPDP 2022/LPDP Kemenkeu RI

Harianjogja.com, SOLO -  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP dituding sempat dikuasai oleh kaum Tarbiyah.

"Di masa lalu, kabarnya pengelola LPDP dikuasai oleh kaum Tarbiyah, jadi banyak yang dikirim bukan siswa yang terbaik, tetapi yang dianggap saleh dan beriman. Bias agamanya ketara banget," demikian narasi dalam video, dikutip dari akun Twitter @ShamsiAli2 pada Sabtu (19/2/2022).

Melalui akun Twitter-nya, LPDP pun buka suara. Ia mengatakan bahwa LPDP tidak dikuasai dan mengutamakan golongan tertentu.

"Terkait isu LPDP ‘pernah’ dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut tentu TIDAK BENAR," tulis pihak LPDP.

LPDP menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap berdasar syarat administrasi kemudian wawancara.

Adapun wawancara sendiri, pihak LPDP menyebutkan, dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga dari akademisi di luar LPDP. Selanjutnya, hasil penilaian seleksi dipantau oleh komite reviewer yang terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan tingkat nasional.

"Proses seleksi dilakukan berdasarkan kelengkapan syarat administrasi, kemudian menggunakan sistem penilaian potensi akademik yang jelas terukur, dilanjutkan dengan wawancara yang melibatkan pewawancara pihak ketiga dari akademisi di luar LPDP. Seluruh proses seleksi beasiswa menjadi objek yang akan diaudit oleh @ItjenKemenkeu dan @bpkri," lanjut pihak LPDP.

Pihaknya pun menekankan, "Soal keberpihakan kepada pihak tertentu, LPDP memang menyediakan program afirmasi namun hanya kepada kelompok yang jelas dan paling berhak mendapatkannya, yakni kelompok penyandang disabilitas, prasejahtera, dan masyarakat di daerah-daerah afirmasi."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online