Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. - Istimewa
Harianjogja.com, LUMAJANG-- Warga lereng Gunung Semeru kini tengah berduka karena erupsi. Namun, kini mereka masih harus menghadapi kekhawatiran harta bendanya digondol maling.
Sudah jatuh tertimpa tangga, pepatah itu nampaknya dialami oleh sejumlah pengungsi meletusnya Gunung Semeru yang barangnya dijarah oleh orang yang tidak memiliki empati atas apa yang mereka alami.
Atas peristiwa tersebut, aparat keamanan dan tim relawan pun melakukan pengetatan di pintu masuk lokasi bencana. Kasus penjarahan ini memang dikeluhkan banyak pengungsi.
BACA JUGA: Jengkel Diputus Pacar, Pria Kulonprogo Sebar Foto dan Video Porno Korban
Sejak pagi tadi, Jumat (10/12/2021), aparat kepolisian tampak melakukan penjagaan ketat di pintu masuk Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Setiap orang yang hendak masuk kawasan ini diperiksa identitas dan keperluannya. Pengetatan akses masuk lokasi bencana ini terutama dilakukan terhadap relawan umum yang tak memakai seragam. Dari pantauan reporter Media Portal Indonesia (MPI) di pintu masuk Desa Sumberwuluh dan Supiturang, petugas sempat menghalau beberapa pemuda yang dianggap tak memiliki keperluan mendesak untuk masuk ke lokasi bencana. Setidaknya, dua pemuda yang berboncengan motor diminta petugas untuk putar balik lantaran bukan warga setempat.
Perlakuan yang sama juga dilakukan bagi warga lain yang tak memiliki keperluan di lokasi bencana. "Selain untuk keamanan, juga agar tak terlalu banyak warga yang masuk ke lokasi bencana," kata salah satu petugas kepolisian.
Menurut pengakuan warga korban letusan Gunung Semeru, penjarahan sudah terjadi sejak hari kedua erupsi. Lantaran banyak barang berharga milik warga yang hilang, mereka nekad untuk pulang ke rumah untuk menyelamatkan benda miliknya, kendati kondisi Gunung Semeru masih belum dianggap aman.
Barang yang hilang tak hanya berupa benda rumah tangga, tapi juga hewan ternak. Seperti yang diungkapkan Tukiran, warga Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Ia mengaku kehilangan lima ekor kambing yang ada di kandang belakang rumahnya. "Sebenarnya ada enam ekor, tapi yang satu ekor mati," kata Tukiran.
Ia yakin jika lima ekor kambing usia dewasanya itu hilang. Lantaran, di hari pertama pasca erupsi, ia masih melihat kelima kambingnya itu masih hidup dan berada di dalam kandang. "Besoknya sudah tidak ada. Kalau dihargai per ekor Rp2 juta, sudah Rp10 juta saya rugi," kata dia.
Ia belum memastikan barang berharga miliknya apa saja yang hilang. Karena sejauh ini, ia belum berhasil menemukan seluruh barang berharga di rumahnya yang dalam kondisi rusak parah itu. Ia hanya berharap, keamanan dijaga lebih ketat agar tak ada lagi kasus penjarahan. "Belum tahu apa saja yang hilang. Yang jelas lima ekor kambing. Ayam juga nggak ada," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di https://nasional.okezone.com/dengan judul "Barang Milik Pengungsi Semeru Dijarah, Penjagaan Diperketat"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.