Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Jaksel Minta Perlindungan KPAI
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) meminta negara-negara Asia-Pasifik bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Omicron.
Direktur Regional WHO untuk Pasifik barat Takeshi Kasai mengatakan salah satu caranya, yakni dengan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dan mempercepat vaksinasi secara penuh di masing-masing negara.
"Kendali perbatasan dapat mengulur waktu, namun semua negara dan masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," kata Takeshi Kasai saat konferensi pers virtual seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/12/2021).
Menurutnya, masyarakat seharusnya tidak mengandalkan pembatasan perbatasan yang ditetapkan oleh pemerintah. Justru, kata dia, hal yang paling penting yakni mempersiapkan diri dari ancaman varian Omicron.
Apalagi, WHO mengatakan varian baru ini berpotensi lebih menular dibandingkan varian Delta.
"Sejauh ini, informasi yang ada menunjukkan bahwa kami tidak perlu mengubah pendekatan [protokol kesehatan]," imbuhnya.
Takeshi Kasai mengatakan negara-negara harus memetik pelajaran dari penanganan varian Delta. Dia juga mendesak agar otoritas atau pemerintah di masing-masing negara memvaksin kelompok rentan secara lengkap. Termasuk menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti pemakaian masker dan jaga jarak sosial.
Varian Omicron pertama kali dijumpai di Afrika Selatan pada akhir November 2021. Tidak lama, WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian yang diwaspadai atau variant of concern.
Para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan cara penularan Omicron dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan.
Varian Omicron dilaporkan di 20 negara lebih dan pekan ini mulai merembet ke Asia, seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia serta India. Banyak negara yang mulai memperketat aturan perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Bandung dan Jakarta siap menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 pada 23 September-3 Oktober dengan SUGBK dan Si Jalak Harupat.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
Pemkab Sleman menjamin biaya pengobatan enam korban tembok sekolah ambruk. Pembiayaan menggunakan JPS hingga Bapel Jamkesos.