Dishub DIY Kembangkan Sigap Aset, Pantau 25.730 Perlengkapan Jalan
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) meminta negara-negara Asia-Pasifik bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Omicron.
Direktur Regional WHO untuk Pasifik barat Takeshi Kasai mengatakan salah satu caranya, yakni dengan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dan mempercepat vaksinasi secara penuh di masing-masing negara.
"Kendali perbatasan dapat mengulur waktu, namun semua negara dan masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," kata Takeshi Kasai saat konferensi pers virtual seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/12/2021).
Menurutnya, masyarakat seharusnya tidak mengandalkan pembatasan perbatasan yang ditetapkan oleh pemerintah. Justru, kata dia, hal yang paling penting yakni mempersiapkan diri dari ancaman varian Omicron.
Apalagi, WHO mengatakan varian baru ini berpotensi lebih menular dibandingkan varian Delta.
"Sejauh ini, informasi yang ada menunjukkan bahwa kami tidak perlu mengubah pendekatan [protokol kesehatan]," imbuhnya.
Takeshi Kasai mengatakan negara-negara harus memetik pelajaran dari penanganan varian Delta. Dia juga mendesak agar otoritas atau pemerintah di masing-masing negara memvaksin kelompok rentan secara lengkap. Termasuk menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti pemakaian masker dan jaga jarak sosial.
Varian Omicron pertama kali dijumpai di Afrika Selatan pada akhir November 2021. Tidak lama, WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian yang diwaspadai atau variant of concern.
Para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan cara penularan Omicron dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan.
Varian Omicron dilaporkan di 20 negara lebih dan pekan ini mulai merembet ke Asia, seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia serta India. Banyak negara yang mulai memperketat aturan perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri dan Kapolri Suyudi di Hambalang, di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan.
OJK mencatat hampir 1,5 juta pemain judi online di Jateng. Dana dari utang meningkat hampir 80 persen sejak 2024.
Kulit lansia lebih rentan terhadap sinar UV akibat penurunan kolagen dan melanin. Kenali penyebab serta cara melindunginya.
CPW menilai RUU Penyadapan mendesak untuk menyelaraskan 12 UU sekaligus memperkuat perlindungan privasi warga negara.
BNPB memastikan operasi pemadaman karhutla tetap berjalan dengan memperketat keselamatan usai helikopter Super Puma H-225 jatuh di Sungai Barito.