Mahasiswa Diedukasi Terkait Bahaya Pinjol Ilegal dan Literasi Keuangan
Mahasiswa diedukasi tentang bahaya pinjol ilegal dan pentingnya literasi keuangan digital.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberi sejumlah rekomendasi untuk individu dan negara guna menekan penularan virus Corona varian Omricon yang menyebar di sejumlah negara.
Dikutip dari laman resmi WHO, Selasa (30/11/2021), disiplin protokol kesehatan adalah langkah paling mudah tetapi efektif mencegah penularan Omicron.
Langkah paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi penyebaran virus adalah:
1. Menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain
2. Memakai masker yang pas
3. Membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi
4. Menghindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai
5. Menjaga tangan tetap bersih
6. Batuk atau bersin ke siku atau tisu yang tertekuk
7. Vaksinasi
Omicron telah ditetapkan sebagai variant of concern dan ada beberapa tindakan yang direkomendasikan WHO untuk dilakukan oleh negara-negara, yakni:
Pertama, meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus.
Kedua, berbagi urutan genom pada database yang tersedia untuk umum seperti GISAID
Ketiga, melaporkan kasus atau klaster awal ke WHO.
Keempat, melakukan penyelidikan lapangan dan penilaian laboratorium untuk lebih memahami jika Omicron memiliki karakteristik penularan atau penyakit yang berbeda, atau berdampak pada efektivitas vaksin, terapi, diagnostik, atau kesehatan masyarakat dan tindakan sosial.
"Negara-negara harus terus menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang efektif untuk mengurangi sirkulasi Covid-19 secara keseluruhan, menggunakan analisis risiko dan pendekatan berbasis sains," kata WHO.
"Mereka harus meningkatkan beberapa kesehatan masyarakat dan kapasitas medis untuk mengelola peningkatan kasus. WHO memberikan dukungan dan panduan kepada negara-negara untuk kesiapan dan tanggapan," imbuhnya.
Selain itu, WHO mengatakan sangat penting bahwa ketidakadilan dalam akses terhadap vaksin Covid-19 segera diatasi untuk memastikan bahwa kelompok rentan di mana-mana, termasuk petugas kesehatan dan orangtu, menerima dosis pertama dan kedua, di samping akses yang adil terhadap pengobatan dan diagnostik.
WHO memastikan akan terus memberikan pembaruan saat lebih banyak informasi tersedia, termasuk setelah pertemuan Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus (TAG-VE).
Selain itu, informasi akan tersedia di platform media digital dan sosial WHO. Saat ini, WHO sedang berkoordinasi dengan sejumlah peneliti di seluruh dunia untuk lebih memahami Omicron.
Studi saat ini sedang berlangsung termasuk penilaian penularan, tingkat keparahan infeksi (termasuk gejala), kinerja vaksin dan tes diagnostik, dan efektivitas pengobatan.
WHO mendorong negara-negara untuk berkontribusi dalam pengumpulan dan berbagi data pasien rawat inap melalui Platform Data Klinis WHO Covid-19 untuk menggambarkan karakteristik klinis dan hasil pasien dengan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahasiswa diedukasi tentang bahaya pinjol ilegal dan pentingnya literasi keuangan digital.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.
Polres Kulonprogo memperketat pengawasan pupuk subsidi untuk mencegah penyelewengan dan memastikan distribusi tepat sasaran.