Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Ahmad Liana (tiga dari kanan) bersama para pemenang Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang 2021./IST
Harianjogja.com, MAGELANG-Seorang dosen di Kabupaten Magelang menemukan inovasi konseling psikologi melalui media siber yang dinamakan cybercounceling. Inovasinya ini pun memenangkan Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang 2021 sebagai juara Harapan I.
Ia adalah Akhmad Liana, dosen mata kuliah Psikologi Konseling di Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Berawal dari kegiatan pembelajaran di kampus, ia menciptakan aplikasi Cybercounceling yang menjadi sarana konseling secara online.
"Di masa Covid-19 ini segala kegiatan beralih ke sistem online, termasuk kegiatan konseling psikologi, kami merancang cara agar bisa dilakukan secara online," jelas dosen asal Desa Polengan RT4/RW1 Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang ini, Rabu (24/11/2021).
Cybercounceling berfungsi mempertemukan orang yang berkonsultasi (konseli) dengan orang yang melayani konsultasi (konselor). Sebagai uji coba, konseli adalah siswa SMP hingga SMA sedangkan konselornya mahasiswanya pada mata kuliah Psikologi Konseling di Unimma.
Baca juga: JELAJAH MAGELANG: Lapak Pilar PKK Milenial, Wadah Pemasaran UMKM Kecamatan Tempuran
Konseli yang akan melakukan konseling, harus melalui beberapa tahapan yakni mengisi data identitas diri hingga orangtua, serta menyebutkan keluhannya. Ia juga diminta mengukur tingkat stres yang dialaminya melalui form yang ada di aplikasi Cybercounceling.
Dari pendaftaran tersebut, maka aplikasi akan mempertemukan konseli dengan konselornya. Tahap selanjutnya, mereka melanjutkan konseling melalui media sosial lain, seperti Whatsapp. "Ke depan, arah pengembangan kami, aplikasi Cybercounceling juga bisa sekaligus menjadi wadah untuk konseling, jadi chat dan telepon bisa melalui aplikasi tersebut," jelasnya.
Kegiatan konseling ini sengaja menetapkan siswa sebagai konseli. Pertimbangannya adalah fenomena kehidupan remaja pada saat ini yang dihadapkan pada kegiatan sekolah online, masalah sosial, hingga masalah pribadi seperti percintaan. Mereka dianggap perlu mendapatkan pendampingan dan bimbingan untuk memotivasi belajar.
Untuk pembuatan aplikasi digital ini, Akhmad Liyana bekerjasama dengan Dimas Sasongko, Dosen Fakultas Teknik dan mahasiswanya, Maftuh. "Kami berharap ke depan aplikasi ini bisa dikembangkan agar bisa bermanfaat luas di masyarakat," katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.