Celah AirDrop dan Quick Share Ancam iPhone, Android, hingga Windows
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
PeduliLindungi/Antara Foto-Zabur Kururu
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengintegrasikan data rekam medis (medical record) ke dalam aplikasi PeduliLindungi. Ini merupakan salah satu agenda transformasi digital kementerian yang mengurus masalah kesehatan.
Memanfaatkan basis pengunduh PeduliLindungi yang besar, sekitar 32 juta pengunduh hingga Agustus 2021, Kemenkes menilai banyak manfaat yang dapat dioptimalkan dari PeduliLindungi.
Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan Kemenkes memiliki dua agenda besar dalam transformasi digital. Pertama, digital untuk penanganan Covid-19. Kedua, untuk melakukan transformasi di sisi kesehatan nasional.
Salah satu transformasi kesehatan adalah terkait dengan rekam jejak medis (medical record) data-data kesehatan. Kemenkes akan mengembangkan aplikasi PeduliLindungi untuk transformasi kesehatan Indonesia secara bertahap.
BACA JUGA: Jorge Martin Raih Pole Position di MotoGP Valencia
“Akan ada fitur-fitur baru, karena sayang jumlah pengunduh yang besar tadi. Nanti PeduliLindungi itu akan ditambahkan dengan medical record terus kemudian ada fitur lain terkait kesehatan dan akan kita ubah menjadi platform kesehatan,” kata Setiaji, Sabtu (13/11/2021).
Dia menuturkan dengan hadir sebagai platform masyarakat dapat mengetahui rekam kesehatan mereka mulai dari tempat berobat, minum obat apa saja, hasil rontgen digital, dan lain sebagainya. Dengan terekam secara digital, proses administrasi di rumah sakit juga akan makin cepat karena data dapat diakses secara digital.
Sebagai gambaran, proses administrasi yang tadinya memakan waktu hingga belasan atau puluhan menit karena harus mengisi data-data, dengan data yang terdigitalisasi proses akan menjadi beberapa menit.
“Selama ini kalau ke rumah sakit selalu ditanya ada riwayat obat, alergi, golongan daran dan lain-lain. Dengan adanya terobosan ini rumah sakit dapat mengakses dengan izin kami,” kata Setiaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Nusantara Explorer masih disempurnakan usai dicoba Presiden Prabowo. Kereta wisata ini akan melayani perjalanan berbasis permintaan wisatawan.
Pemkot Jogja Luncurkan Tagline "Otentik Konkret" untuk Hari Jadi ke-270, Diawali Kerja Bakti di 270 Titik
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
DPR meminta aparat mengusut tuntas temuan 995 senjata api, narkotika, dan VCD porno di sekolah swasta Jakarta Selatan, termasuk asal-usul barang bukti.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Jumat, sementara sebagian besar wilayah Indonesia berawan tebal dan Papua Tengah berpotensi hujan lebat.