Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Ketua Dekranasda Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin melihat produk UMKM.IST/dokumen
Harianjogja.com, MAGELANG-Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pendataan Usaha Mikro atau Sidumi yang bertujuan untuk pendataan digital usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah ini.
Kepala Bidang UMKM Disdagkop UKM, Hery Purwanto mengungkapkan aplikasi Sidumi ini ditujukan untuk memperbarui data UMKM di Kabupaten Magelang. "Di Sidumi, data UMKM akan disajikan dalam bentuk digital," katanya, Rabu (10/11/2021).
Aplikasi ini berisi profil UMKM yang ada di Kabupaten Magelang. Nantinya, pelaku UMKM diharapkan bisa ikut mengisi data sendiri di aplikasi tersebut. Data ini mencakup profil lengkap mulai nama, alamat, jenis produk, ketersediaan barang hingga harganya.
Data yang terisi ini selanjutnya bisa diakses oleh masyarakat umum. "Jadi, arah ke depannya akan menjadi katalog atau etalase digital. Masyarakat yang membutuhkan produk UMKM bisa mencari informasi di Sidumi," jelasnya.
Baca juga: JELAJAH MAGELANG: Di Kampung Ini Ada Lebih dari 30 Usaha Sablon Kaus
Selain pendataan, ke depan, Sidumi juga akan dikembangkan menjadi sarana menghubungkan antar UMKM untuk berbagi dan belajar bersama serta peluang kemitraannya. Tujuan lain, juga akan menjadi ajang sosialisasi program-program pemerintah untuk UMKM. Jika ada program Pemerintah untuk UMKM, maka sasarannya berdasarkan data di Sidumi.
Kasi Bimbingan dan Jaringan Usaha (Bimjarus) Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Sudarsono menambahkan aplikasi Sidumi ini nantinya akan dikembangkan dalam bentuk website, dan arah ke depannya menjadi aplikasi digital.
"Saat ini kami masih pendataan UMKM sampai Desember. Hasilnya akan menjadi basic data yang dimasukkan ke aplikasi. Target kami pada 2022 nanti sudah open data. Jika sudah open data, maka pelaku usaha bisa memperbarui data tersebut sesuai situasi terkini," katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan skema gaji guru di sekolah negeri, termasuk PNS, PPPK, dan non-ASN dalam program pendidikan gratis.