Listrik Sumatra Mulai Nyala Lagi, PLN Ungkap Biang Kerok Gangguan
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Salah satu makanan cepat saji. /REUTERS-Eric Gaillard
Harianjogja.com, JAKARTA--Zat berbahaya ditemukan pada makanan cepat saji di sejumlah brand terkenal belum lama ini.
Sebuah penelitian mengungkapkan sejumlah makanan cepat saji mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan masalah reproduksi dan masalah konsentrasi pada anak-anak.
Penelitian ini mengambil sampel dari makanan cepat saji yang dijual di McDonald\'s, Burger King, Pizza Hut, Domino\'s dan Chipotle, yang mana semua makanannya mengandung bahan kimia industri.
BACA JUGA: Prediksi PSIM Jogja Vs PSCS Cilacap: Laskar Mataram Siap Membalas Kekalahan
Sebuah studi baru berdasarkan sampel yang diambil dari restoran cepat saji di San Antonio, AS, menemukan sejumlah kecil ftalat. Bahan kimia ini biasanya digunakan untuk membuat plastik lunak dan ditemukan pada 80 persen sampel yang telah dikumpulkan.
Bahan kimia dalam makanan cepat saji ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah dalam sistem endokrin yang merupakan serangkaian kelenjar untuk memproduksi dan mengeluarkan hormon dalam tubuh.
Flafat juga berkaitan dengan masalah kesuburan dan reproduksi. Satu studi tahun 2020 pernah menemukan bahwa bahan kimia tersebut dapat menyebabkan perubahan pada masa pubertas, perkembangan sindrom disgenesis testis, kanker dan gangguan kesuburan pada pria dan wanita.
Studi lain yang diterbitkan pada awal tahun 2021 ini juga menyerukan adanya kebijakan baru mengenai penggunaan bahan kimia dalam makanan cepat saji. Karena dilanir dari The Sun, bahan kimia itu bisa meningkatkan risiko gangguan perhatian, perilaku pada anak-anak.
Flafat atau phthalates adalah bahan kimai yang biasa digunakan untuk berbagai hal, seperti sarung tangan karet dan tabung industri, Tapi, ingatlah bahwa pengolahan makanan cepat saji mungkin berbeda antara di AS, Inggris dan Eropa meskipun restorannya sama.
Para peneliti sangat mengkhawatirkan hal ini, karena bahan kimia ini bisa berpindah dari barang-barang ke makanan yang akan masuk ke dalam mulut dan ditelan.
Sebagian besar makanan cepat saji biasanya proses pengemasan, penanganan, dan pemasakan yang sangat besar sebelum akhirnya dikonsumsi oleh konsumen.
Sedangkan, sarung tangan yang digunakan oleh pekerja di restoran cepat saji juga bisa mengandung bahan kimia berbahaya. Para ahli di Universitas George Washington menemukan bahwa makanan yang mengandung daging memiliki tingkat bahan kimia yang lebih tinggi, seperti burrito ayam dan burger keju.
Makanan cepat saji, seperti pizza keju dan kentang goreng memiliki jumlah bahan kimia paling rendah. Saat memesan burger sebagai sampel, para peneliti memesannya dengan keju, tomat, acar, bawang, selada, dan bumbu pilihan, dan roti hamburger dipesan tanpa topping apa pun.
Kemudian, mereka juga memesan dua burrito yang berbeda, satu dengan nasi putih, kacang hitam, keju, salsa ringan, dan selada. Sedangkan, burrito ayam lainnya dilengkapi dengan kacang pinto refried, keju, bawang, krim asam, tomat, selada, dan saus tomat.
Bahkan, makanan segar, seperti buah dan sayuran segar yang telah dicuci dengan selang plastik. juga mungkin bersentuhan dengan bahan kimia tersebut.
Namun, belum ada keterangan resmi dari McDonald\'s, Burger King, Pizza Hut, Domino\'s dan Chipotle Inggris mengenai temuan peneliti bahwa makanan cepat sajinya mengandung bahan kimia flafat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.