Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, DENPASAR-Kejadian nahas menimpa seorang warga Bali, lantaran ditemukan meninggal di atas pohon kelapa.
Warga Karangasem, Bali, I Nyoman Sumatera ditemukan tewas di atas pohon kelapa, Jumat (8/10/2021). Pria 50 tahun itu meregang nyawa diduga karena serangan jantung.
Tim SAR yang mengevakuasi menemukan korban sudah tidak bergerak di atas pohon kelapa. "Di puskesmas korban dinyatakan sudah meninggal," kata Kepala Kantor SAR Bali Gede Darmada.
Sumatera ditemukan dalam posisi duduk di pelepah pohon kelapa setinggi 20 meter di dekat rumahnya di Desa Duda Utara. Korban sudah berada di atas pohon sekitar satu jam.
BACA JUGA: Minta Rincian Transaksi ke PPATK, Polisi Usut Kasus Jual Beli Narkoba Rp120 Triliun
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Tim SAR dibantu keponakan korban naik ke atas menggunakan teknik ascend mechanical system.
Sampai di atas, jasad korban diikat lalu diturunkan dengan teknik sistem lowering. Begitu sampai di bawah, korban segera dievakuasi ke puskesmas.
Artikel initelah tayang diOkezone.com berjudul "Warga Bali Ditemukan Meninggal di Atas Pohon Kelapa"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Gempa NTT berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan pemeriksaan pelabuhan, terminal, dan bandara.
Tiga kalurahan di Bantul baru memiliki satu pendaftar calon lurah. Jika tak ada tambahan calon, Pilur bisa melawan kotak kosong.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.