11 Jalan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kecelakaan, Ini Daftarnya
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Jamur putih/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA–Jamur menjadi salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi manusia. Selain itu, jamur juga dapat digunakan sebagai obat-obatan.
Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua jamur yang tumbuh di planet ini aman untuk dikonsumsi.
Beberapa jenis jamur mengandung racun dan dapat membahayakan nyawa jika dikonsumsi. Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui jamur mana yang beracun dan mana yang bisa dikonsumsi, merangkum BBC Good Food dan Britannica, Jumat (24/9/2021).
Jamur liar yang sebaiknya Anda hindari
Meskipun spesies jamur beracun hanya sedikit dari 70 hingga 80 spesies, banyak dari jamur mematikan ini memiliki kemiripan yang tidak menguntungkan dengan spesies yang dapat dimakan dan dengan demikian sangat berbahaya.
Berikut jenis jamur yang berbahaya dan sebaiknya dihindari:
1. Deadly dapperling (Lepiota brunneoincarnata)
Jamur ini diketahui mengandung amatoxins. Didistribusikan secara luas di seluruh Eropa dan sebagian Asia, jamur ini cukup berbahaya dan telah disalahartikan sebagai varietas yang dapat dimakan, meskipun keracunan tidak terlalu umum. Konsumsi yang tidak disengaja menyebabkan toksisitas hati yang parah dan dapat memiliki konsekuensi yang mematikan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.
2. Podostroma cornu-damae
Jamur langka yang berasal dari Asia ini telah menyebabkan sejumlah kematian di Jepang dan Korea. Tubuh buah merahnya mengandung racun kuat yang dikenal sebagai mikotoksin trichothecene dan dapat menyebabkan kegagalan beberapa organ pada mereka yang kurang beruntung untuk mengkonsumsinya.
3. Destroying angels (Amanita species)
Destroying angels sebenarnya adalah beberapa spesies jamur serba putih dalam genus Amanita. Jamur yang sangat beracun ini sangat mirip dengan jamur kancing yang dapat dimakan dan jamur padang rumput. Salah satu spesies ini, Amanita bisporigera, dianggap sebagai jamur Amerika Utara yang paling beracun. Gejala memakan waktu 5 sampai 24 jam untuk muncul dan termasuk muntah, delirium, kejang, diare, gagal hati dan ginjal, dan sering menyebabkan kematian.
4. Autumn skullcap (Galerina marginata)
Jamur ini umum dijumpai di seluruh belahan bumi utara dan sebagian Australia. Tertelan menyebabkan diare, muntah, hipotermia, dan kerusakan hati, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani.
5. Webcaps (Cortinarius species)
Jamur ini memiliki racun yang dikenal sebagai orellanin, yang awalnya menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Orellanin memiliki periode laten yang sangat lama dan mungkin memakan waktu 2 hari hingga 3 minggu untuk menimbulkan gejala, sehingga sering kali menyebabkan kesalahan diagnosis. Toksin pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal dan kematian jika tidak diobati.
6. Conocybe filaris
Jamur yang sangat umum di Pacific Northwest dapat berakibat fatal jika dimakan. Timbulnya gejala gastrointestinal sering terjadi 6 hingga 24 jam setelah jamur dikonsumsi, dan sering menyebabkan kesalahan diagnosis awal keracunan makanan. Pasien mungkin tampak pulih, namun, gangguan pencernaan yang mengancam jiwa akan kembali muncul, ditambah dengan gagal hati dan ginjal.
7. Death cop (Amanita phalloides)
Death cop adalah salah satu jamur yang paling mematikan, yang dapat dijumpai di seluruh Eropa. Dalam 6 sampai 12 jam setelah konsumsi, Anda akan mengalami nyeri perut hebat, muntah, dan diare yang disertai darah, menyebabkan hilangnya cairan dengan cepat dari jaringan dan rasa haus yang hebat.
Jamur liar yang dapat Anda makan
Setelah mengetahui jenis jamur yang tidak boleh dimakan, lantas, jamur apa saja yang bisa Anda makan?
1. Shitake
Jamur shitake merupakan jamur pangan asal Jepang. Jamur ini paling baik digunakan sebagai kaldu oriental dan hidangan mie pekat, seperti mie shitake jahe.
2. Enoki
Jamur putih yang sangat tipis ini digunakan terutama dalam masakan Jepang dan Asia Timur. Mereka tumbuh dalam rumpun yang terkadang masih melekat saat membeli. Sangat lezat jika Anda menambahkan mereka ke dalam kaldu dan tumisan.
3. Porcini
Karena jamur ini musiman, porcini segar sangat sulit ditemukan oleh karena itu, mereka dijual dengan harga yang sangat tinggi. Porcini kering bisa menjadi pengganti yang baik, lebih murah, tetapi perlu direhidrasi dalam air panas sebelum dimasak, yang memberi Anda bonus tambahan kaldu jamur yang kaya rasa.
4. Portobello
Portobello adalah jamur terbaik untuk digunakan sebagai isian. Selain itu, mereka memiliki aroma paling kuat dibandingan jenis jamur lainnya.
5. Tiram
Jamur tiram memiliki tubuh buah yang berwarna putih dan bentuk tudungnya mirip dengan cangkang tiram. Jamur tiram sangat cocok untuk hidangan pasta dan tumisan.
6. Chestnut
Jamur cokelat ini memiliki rasa yang sedikit lebih dalam. Mereka sangat lezat di pizza dan risotto.
7. Morel
Jamur yang dapat Anda temukan di Gunung Rinjani ini memiliki bentuk tudung seperti sarang lebah dan berwarna abu-abu kekuningan. Mereka biasanya tumbuh di pohon dengan kayu yang keras ataupun area bekas terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.