Cuaca Ekstrem, 7 Jemaah Haji RI Wafat, Suhu Makkah Capai 43C
Cuaca ekstrem di Makkah capai 43°C, 7 jemaah haji Indonesia wafat dan ribuan lainnya menjalani perawatan.
Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo./Istimewa
Bisnis.com,JAKARTA — Anggota Tim Sapubersih Pungutan Liar atau Saberpungli Imam Prasodjo diperas dan menjadi korban pungutan liar. Kasus langsung diusut.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd. Cuitan itu dibuat pada Sabtu (18/9/2021).
Mahfud menjelaskan, Imam yang merupakan anggota Tim Saberpungli justru terkena pungutan liar. Padahal, Imam memiliki tanahnya secara legal, dibuktikan dengan sejumlah dokumen.
"Tim Sapubersih Pungutan Liar (Saberpungli) Imam Prasodjo yang memagari tanahnya yang sudah dibeli secara sah dan ada sertifikat hak milik (SHM) diperas dan dipungli oleh preman dan oknum di Sukamakmur Bogor," cuit Mahfud pada Sabtu (18/9/2021).
Kejadian itu menambah daftar kasus pemerasan dan pungutan liar atas tanah yang sudah dimiliki. Hal tersebut terjadi dan kerap meresahkan pemilik tanah yang sah.
Mahfud mengaku heran, karena kasus pungli justru menimpa anggota Tim Saberpungli.
Mahfud menjelaskan kasus itu segera diusut. Pelaku dinilai bertindak dengan amat salah, karena anggota Tim Saberpungli yang menjadi korban pungli justru dengan cepat akan mengusut kasusnya.
"Petugas Saberpungli kok akan dipungli, ya langsung lapor untuk diusut," cuit Mahfud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Cuaca ekstrem di Makkah capai 43°C, 7 jemaah haji Indonesia wafat dan ribuan lainnya menjalani perawatan.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.