Ekspor Gandum Rusia Ternyata Malah Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?
Rusia mengekspor sekitar 1,7 juta ton gandum pada Maret 2022.
Pemandangan Pelabuhan Victoria di Hong Kong terlihat dari The Peak, foto file Agustus 2017./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Google Alphabet Inc. diketahui telah mengirimkan data penggunanya ke pemerintah Hong Kong tahun lalu, meskipun sebelumnya telah berjanji untuk tidak memproses permintaan dari otoritas kota tersebut.
Hal tersebut diberitakan oleh Hong Kong Free Press (HKFP). Raksasa teknologi itu memenuhi tiga dari 43 permintaan pemerintah yang diterima antara Juli dan Desember 2020, kata perusahaan itu kepada HKFP.
BACA JUGA : Data PeduliLindungi Dikabarkan Bocor, Begini Faktanya
Satu permintaan yang dikabulkan Google adalah pengungkapan darurat yang melibatkan ancaman yang kredibel terhadap kehidupan masyarakat. Sementara itu, permintaan yang lain melibatkan perdagangan manusia dan didukung oleh surat perintah penggeledahan yang diberikan oleh pengadilan.
Namun, Google menegaskan data ini tidak terkait dengan keamanan nasional dan tidak ada data konten pengguna yang dibagikan.
Perusahaan termasuk Google, Facebook Inc., Microsoft Corp. dan Twitter Inc. mengatakan mereka akan berhenti memproses permintaan data dari pemerintah Hong Kong Juni lalu, setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota itu yang meningkatkan kekhawatiran tentang menurunnya kebebasan di pusat keuangan Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bloomberg
Rusia mengekspor sekitar 1,7 juta ton gandum pada Maret 2022.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.