Ini Penyebab Harga Telur Meroket Hingga Melebihi Rp30.000
Harga telur meroket di atas Rp30.000 per kilogram (kg). Namun pengamat menilai wajar karena ongkos produksi telur turut naik
Warga menyeberang jalan saat jam pulang kerja di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro dibandingkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali atau lockdown (karantina wilayah) salah satunya karena pertimbangan faktor ekonomi./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat ini sering muncul pertanyaan di masyarakat mengenai korelasi antara kepadatan penduduk yang tinggi dan penyebaran Covid-19. Apakah artinya kepadatan penduduk yang lebih rendah berarti penularannya juga lebih rendah?
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubair Djoerban menyebut korelasi ini terlihat seperti tuduhan yang masuk akal, tetapi bila dilihat lebih rinci kepadatan penduduk belum tentu rentan terhadap penyebaran Covid-19.
“Tampaknya hal itu seperti "tuduhan" masuk akal. Tapi, kalau lihat lebih rinci, kepadatan penduduk yang tinggi belum tentu rentan juga. Contoh Mumbai dan New York. Kondisinya kan berbeda dengan Seoul, Hanoi, bahkan Jakarta—yang juga punya kepadatan yang agak mirip,” ujar Zubairi lewat akun Twitternya @ProfesorZubairi, Minggu (5/9/2021).
Dikatakannya, memang betul interaksi sosial di kota-kota besar dan padat cukup tinggi berakibat orang di kota itu bisa melakukan kontak dengan banyak orang. Namun, jika melihat Jakarta dan Hanoi yang jumlah penduduknya relatif padat, justru mempunyai positivity rate yang relatif rendah.
Prof.Zubairi menyimpulkan kepadatan penduduk yang tinggi bukan satu-satunya penyebab tingginya kasus Covid-19. Penyebaran infeksi juga dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, pendidikan, keseriusan menangani pandemi seperti kesadaran memakai masker, dan kesiapan sistem serta fasilitas kesehatan di kota tersebut.
“Jadi, kepadatan penduduk tak melulu berkorelasi dengan tingginya penyebaran. Itu lebih kepada seberapa serius Covid-19 ditangani. Lewat kebijakan, komunikasi, pengujian, pelacakan, termasuk pemakaian masker secara ekstensif. Komponen-komponen itu yang bikin Covid-19 terkendali,” tutup Zubairi.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 3,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.
Selamat pagi semua.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) September 5, 2021
Ada pertanyaan kepada saya begini: apakah ada korelasi antara kepadatan penduduk yang tinggi dan penyebaran Covid-19. Apakah artinya kepadatan penduduk yang lebih rendah berarti penularannya juga lebih rendah?
Ini pendapat saya:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga telur meroket di atas Rp30.000 per kilogram (kg). Namun pengamat menilai wajar karena ongkos produksi telur turut naik
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.