Korea Utara Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty Kamis, 02 September 2021 14:17 WIB
Korea Utara Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Kim Jong Un/istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Korea Utara telah menolak sekitar 3 juta dosis vaksin Sinovac. Apa alasannya? 

Perwakilan pemerintah Korea Utara mengatakan vaksin Sinovac tersebut seharusnya dikirim ke negara yang terdampak lebih parah.

Vaksin Covid-19 Sinovac yang diproduksi dan dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech China. Sinovac mengirimkan sebanyak 3 juta dosis vaksin untuk Korea Utara yang dibantu oleh Unicef.

BACA JUGA : September Nanti Ada 30.000 Dosis Vaksin Sinovac 

Melansir dari todayonline.com, pengiriman tersebut ditolak oleh Kementerian Kesehatan Korea Utara lantaran terbatasnya pasokan global. Karena itu, Kementerian Korea Utara menilai vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut dikirim ke negara-negara dengan lonjakan tinggi dan terdampak parah.

Sebelumnya, Korea Utara juga menolak pengiriman vaksin AstraZeneca pada Juli 2021 karena kekhawatirannya pada efek samping akibat vaksin buatan Oxford, Inggris tersebut.

Pihak Unicef sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam proses pengiriman vaksin diketahui tidak segera menanggapi hal ini. Sementara itu, juru bicara The Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi) Alliance menuturkan ikut angkat bicara.

"Kami terus berusaha bekerja dengan otoritas (Korea Utara) untuk membantu menanggapi pandemi Covid-19," ucapnya.

BACA JUGA : Kejar Vaksinasi Anak, Bantul Minta 170.000 Dosis Vaksin 

Korea Utara sendiri belum melakukan laporan terkait kondisi kasus Covid-19. Namun, pemerintahan Kim Jong Un telah memberlakukan berbagai tindakan pencegahan yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik di negara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online