Emil Audero Clean Sheet, Rayo Vallecano Hajar Celta Vigo 3-0
Emil Audero tampil penuh dan mencatatkan clean sheet saat Rayo Vallecano menang 3-0 atas Celta Vigo pada jornada ke-11 Liga Spanyol.
Ilustrasi/Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang ekstrem menghantam perairan selatan Jawa.
Mereka mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tersebut di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY.
"Berdasarkan analisis kami, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai kisaran 6-9 meter sehingga masuk kategori gelombang ekstrem," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dilansir dari Antara, Kamis (12/8/2021).
Sementara tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar-DIY, kata dia, berpotensi mencapai kisaran 4-6 meter sehingga masuk kategori sangat tinggi.
Ia mengatakan peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.
Dalam hal ini, kata dia, embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang.
Menurut dia, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan Banten hingga selatan Jawa Timur, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
"Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY dan gelombang ekstrem di Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga tanggal 13 Agustus 2021, pukul 07.00 WIB. Peringatan dini tersebut akan kami perbarui jika ada perkembangan lebih lanjut," katanya.
Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat khususnya pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
Dalam hal ini, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berbahaya bagi perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berbahaya bagi tongkang, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berbahaya bagi kapal feri, serta kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berbahaya bagi kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Emil Audero tampil penuh dan mencatatkan clean sheet saat Rayo Vallecano menang 3-0 atas Celta Vigo pada jornada ke-11 Liga Spanyol.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.