Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup hingga 08.59 WIB Hari Ini
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Guru Bimbingan Konseling mengikuti pelatihan daring terkait dampak psikososial. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional yang dampaknya sangat luas termasuk lumpuhnya sektor pendidikan. Guru harus disiapkan untuk mengatasi dampak psikologi siswa akibat pandemi meski pun saat ini Pendidikan belum bisa dilakukan secara tatap muka.
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Irvan Budhi Handaka menjelaskan berbeda dengan kerugian harta benda atau ekonomi yang dapat dihitung, dampak psikologis pada korban bencana tidak dapat diprediksi waktu, durasi serta intensitasnya. Gejala gangguan psikososial yang muncul pada orang pasca bencana juga berbeda-beda, sehingga sulit dibandingkan antara satu individu dengan yang lainnya.
BACA JUGA : Banyak Warga Stres Akibat Pandemi, DPRD DIY Minta
“Beberapa contoh dampak psikologis pada anak pasca bencana adalah gangguan kecemasan, mudah panik, stres bahkan dapat menyebabkan depresi. Gejala-gejala tersebut apabila diabaikan tentunya akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak baik fisik maupun mentalnya,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (20/7/2021).
Ia menambahkan besarnya dampak psikologis bencana termasuk pandemi pada anak mendorong peran orang dewasa, dalam hal ini guru Bimbingan dan Konseling pada sekolah untuk turun tangan melakukan assessment hingga pemulihan. Agar dampak psikologis pada peserta didik pasca bencana dapat segera teratasi dan mendapatkan penanganan yang optimal, guru BK dari 10 SMP Muhammadiyah di Kota Jogja diberikan pelatihan menangani dampak psikologi akibat bencana pandemi.
“Banyak sekali terkait dampak psikososial yang dialami oleh warga sekolah pada saat bencana khususnya pada masa pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung sejak tahun 2020. Terutama pada anak, maka guru BK harus berperan dalam memberikan pendampingan,” katanya.
Praktisi Kebencanaan Zela Septikasari sepakat bahwa dukungan psikososial menjadi hal penting dalam mengatasi pasca-becana, seperti halnya pandemi. Maka guru harus disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada peserta didik.
BACA JUGA : Viral Video Pemudik Marah ke Polisi, Psikolog
“Guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai terkait layanan dukungan psikososial ini yang lebih spesifik terkait Covid-19 di sekolah, agar bisa diterapkan dalam memberikan pendampingan di lingkungan sekolahnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.
Cek jadwal 6 bansos September 2026, mulai PKH, BPNT, beras, PIP, PBI JKN hingga KIP Kuliah dan BLT Kesra Rp900.000.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Dugaan keracunan MBG di Bantul ternyata menimpa 70 murid di empat sekolah. SPPG Patalan 2 kini diberhentikan operasionalnya.