Satpol PP Solo Minta Pedagang Daging Anjing Alih Usaha
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri) baju hazmat (hazardous material) membawa pasien dalam pengawasan Covid-19 (Corona Virus Desease) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). /ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA – Bila Anda mengalami Covid dengan gejala ringan, umumnya Anda akan baik-baik saja, dan kemungkinan hanya 0,1 persen yang mengalami perburukan gejala.
Namun jika Anda mengalami gejala covid sedang hingga berat, risiko perburukan akan meningkat untuk gejala sedang sebesar 8 persen, berat 30 persen dan kiritis di atas 60 persen hingga bisa mengakibatkan kematian.
Hal ini disampaikan dosen fakultas kedokteran Universitas Indonesia, dr Gatut Priyonugroho, Sp.P dalam webinar Mengenal Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta.
Maka dari itu, dr Gatut menyarankan agar mereka dengan gejala sedang hingga berat dianjurkan untuk rawat inap di rumah sakit.
“Mereka yang memiliki gejala sedang atau berat memiliki waktu kurang lebih 7 hari sampai perburukan itu datang,” katanya.
Mereka dengan gejala sedang hingga berat dianjurkan untuk rawat inap bukanlah tanpa alasan. Rawat inap terutama di tengah kondisi pandemi sudah mengalami antrian dimana-mana. Sudah dapat dipastikan tidak ada kamar yang kosong. Kamar selalu penuh tetapi dr Gatut mengatakan setiap hari akan ada pasien yang masuk dan keluar. Maka dari itu, jika Anda didiagnosis Covid dengan gejala sedang atau berat, segeralah mencari kamar.
“Nanti akan ada antriannya. Mungkin karena satu dan lain hal daftar di IGD saja bisa menghabiskan waktu 2 hingga 5 jam. 5 jam kemudian Anda baru terdaftar sebagai pasien IGD. Sudah masuk IGD, sudah dapat penanganan, tapi masuk kamar rawat inapnya 2 sampai 5 hari misalkan waktu tunggunya.” jelasnya. “Kalau sudah menjadi pasien rumah sakit, Anda sudah di dalam. Tujuh hari kemudian ketika Anda mengalami sesak atau memberat, bisa di atasi,”
Sedangkan kejadian yang terjadi selama ini adalah ketika seseorang sudah mengalami sesak, baru mencari rumah sakit. Padahal 7 hari yang lalu sudah didiagnosis gejala sedang dan itu tentu akan membuat Anda pusing, ungkapnya.
“Tapi ini sudut pandangnya bisa berbeda tergantung setting kemampuan faskes, daerah, kebijakan pemda/pemprov,” katanya.
Ia menambahkan diantara pasien yang gejala awalnya tidak berat, di kemudian hari dalam perjalanan penyakit tetap ada yang memburuk. Maka dari itu pasien yang melakukan isoman harus ada yang mengawasi minimal keluarga.
“0,1 persen dari mereka memburuk atau meninggal. Tetap waspada 1 sampai 2 minggu. Kalau yang Covid ringan sudah lewat 1 minggu baik-baik saja, biasanya baik-baik saja,” katanya.
Sampai hari ini, belum ada obat Covid-19. Karena itu, dr Gatut menyarankan agar mempertahankan hal esensial seperti oksigenasi, cairan dan makanan, mencegah dan mengatasi komplikasi, selamatkan organ dari keruskan sebanyak mungkin seperti gangguan pembekuan darah, diare, gagal ginjal, gangguan hati/jantung/liver, hingga gagal napas.
“Jangan buang banyak waktu. Periksakan. Dan rawat inap jika perlu,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.