Penyelenggara Vaksinasi Wajib Lindungi Data Pribadi

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Sabtu, 26 Juni 2021 22:47 WIB
Penyelenggara Vaksinasi Wajib Lindungi Data Pribadi

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga DKI Jakarta berusia 18 tahun ke atas di GOR Pangadegan, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2021)/JIBI-Bisnis.com-Abdullah Azzam

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah meminta penyelenggara vaksinasi menjaga dan memastikan data pribadi masyarakat tidak bocor dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan hal yang sama kepada seluruh masyarakat agar tidak sembarang menyebarkan barcode setelah menjalani vaksinasi.

“Proses-proses vaksinasi ini karena melibatkan data pribadi, maka tentu kita harapkan agar pelindungan data pribadi tetap kita jaga dengan baik. Payung hukumnya sudah kita siapkan, saya sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kominfo,” kata Johnny dalam siaran pers, Jumat (25/6/2021).

Dia menekankan sertifikat vaksinasi digunakan sendiri dan untuk keperluan khusus tertentu. Misalnya, hanya diperuntukkan ketika sedang melakukan perjalanan dinas atau ada keperluan yang mendesak.

Johnny menjelaskan di sertifikat itu ada QR Code yang memuat data pribadi, sehingga jangan sampai diedarkan untuk kepentingan yang tidak semestinya.

Sertifikat digital vaksin, lanjutnya, bisa diperoleh setiap orang usai melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebagai bukti telah divaksin. Sertifikat ini bisa diunduh dari Aplikasi PeduliLindungi dengan terlebih dahulu memasukan nomor induk kependudukan (NIK).

Dia mengumbau masyarakat untuk tidak panik, jangan takut serta pesimistik kendati tingkat penularan Covid-19 sedang melonjak. Melalui pelaksanaan vaknisasi, bangsa Indonesia dinilai mampu menaklukkan pandemi Covid-19.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online