Isu Retak Prabowo-Jokowi Menguat, Pengamat Buka Fakta
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Laut Banda/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Inti bumi memiliki peran untuk melindungi planet dari angin dan radiasi Matahari yang cukup berbahaya. Besi yang berputar di inti luar bumi menghasilkan medan magnet yang mengelilingi planet kita, yakni gravitasi. Namun menurut studi baru, kini inti dalam bumi telah tumbuh secara miring
Berdasarkan studi yang diterbitkan di dalam jurnal Nature Geoscience, inti di dalam bumi tumbuh secara miring. Separuh bola tersebut yakni separuh timur di bawah Laut Banda Indonesia, menghasilkan kristal besi sebanyak 60% lebih banyak dibandingkan pada posisi barat, yakni terletak di bawah brasil.
Sebelumnya, Inti dalam bumi tersebut selalu bertumbuh yakni bertambah satu milimeter setiap tahunnya, ketika porongan besi cari di inti luar tersebut mendingin, dan kemudian mengeras sehingga menjadi kristal besi.
Walaupun suhu di dalam inti bumi sangat panas dan dapat melelehkan besi, namun tekanan yang cukup kuat di dalam planet dapat mencegah kristal tersebut menjadi mencair. Walaupun Bumi juga telah berusia 4 miliar tahun, para ahli menduga inti bumi terbentuk pada 1,5 miliar tahun yang lalu.
Tim Frost, menciptakan sebuah model komputer untuk mengetahui pertumbuhan inti tersebut, dan menemukan sifat miringnya baru muncul ketika inti di dalamnya terbentuk. Pertumbuhan inti yang miring ini mungkin juga berdampak pada medan magnet bumi dan gravitasi juga memiliki peran dalam mengkompensasi pertumbuhan asimetris ini untuk mendorong kelebihan kristal, sehingga bumi tetap memiliki fisik seperti bola.
BACA JUGA: Covid Melejit, Ini Aturan Baru untuk Zona Merah di Indonesia
Dari penelitian, Tim Frost masih belum mengetahui secara spesifik mengapa kristal besi tersebut dapat terbentuk secara merata. Namun hal yang diasumsikan adalah adanya pengaruh dari lapisan diatas inti bumi tersebut, yakni di mana lempeng tektonik tersebut mengapung. Ketika satu lempeng mendorong ke atas, menunjam, atau tenggelam, terdapat lempeng subduksi yang mendinginkan area di luar inti.
Dari fenomena ini, maka bisa saja dapat mempengaruhi dalam aspek gravitasi bumi, dan bisa saja berdampak pada energi pada bumi sehingga dapat berputar, yang juga menjadi sebagai energi dalam melindungi bumi. Hingga saat ini, Tim Frost juga belum yakin bahwa fenomena ini akan mengubah kekuatan magnet, dan akan menyelidiki jawabannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 29 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
DKUKMPP Bantul mengarahkan Koperasi Desa Merah Putih mengembangkan produk unggulan lokal agar mampu memperkuat ekonomi desa dan memperluas pasar.
Pertumbuhan kredit investasi mencapai 19,48% pada April 2026. Perbankan mulai memprioritaskan pembiayaan sektor produktif dengan risiko lebih terukur.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan mengaku akamsi di kawasan Jetis Jogja akhirnya menyerahkan diri ke polisi usai videonya menuai kecaman.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 15 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.