Siaran Televisi Analog di 5 Wilayah Ini Mati Akan Mati 2 Bulan Lagi

Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko Minggu, 06 Juni 2021 16:27 WIB
Siaran Televisi Analog di 5 Wilayah Ini Mati Akan Mati 2 Bulan Lagi

Keluarga menonton televisi. /Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana mematikan siaran televisi analog di 5 daerahpaling lambat 17 Agustus 2021. 

Penghentian siaran analog ini merupakan salah satu dari lima tahap pemadaman siaran analog, sebagaimana yang tertuang dalam Permen Kominfo no.6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Pemadaman merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memigrasikan siaran analog ke digital.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan rencananya pemadaman siaran analog di wilayah-wilayah tersebut dialkukan secara serentak. Seluruh siaran televisi berbasis analog tidak dapat lagi diakses oleh publik. 

“Wilayah tersebut masih direncanakan untuk analog switch off (ASO) secara serentak pada 17 Agustus 2021,” kata Dedy kepada Bisnis, Sabtu (5/6).

Sekadar informasi 5 wilayah yang akan mati siaran analognya antara lain, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Kemudian Kepulauan Riau yang meliputi Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang. 

Kemudian Provinsi Banten yang meliputi Kabupaten Serang, Kabupaten Cilegon dan Kota Serang. Berikutnya, Kalimantan Timur yang mencakup Kabupaten Kutai Kata negara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang. Terakhir, Provinsi Kalimantan Utara yang meliputi Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan. 

Wilayah-wilayah tersebut merupakan bagian dari 12 wilayah yang digelar siaran multipleksing tahap awal pada 2012. Artinya, sudah 9 tahun lembaga penyiaran swasta dan pemerintah bahu membahu dalam membangun infrastruktur digital dan menyalurkan set top box (STB) atau dekoder. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online