10 Tips Hemat BBM untuk Mobil Matic, Bensin Lebih Irit
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Tes diabetes berbasis keringat
Harianjogja.com, JAKARTA -Penelitian tentang metode deteksi gula darah hingga kini terus dilakukan. Saat ini ahli tengah mempersiapkan tes gula darah atau diabetes dengan menggunakan sensor baru berbasis kulit dan keringat.
Dengan tes ini, maka mengukur gula darah manusia dapat jauh lebih sedikit tusukan jari bagi jutaan orang yang hidup dengan diabetes.
Memantau gula darah untuk memastikan tetap dalam kisaran target adalah landasan manajemen diabetes, tetapi rasa sakit dan ketidaknyamanan tusukan jari setiap hari dapat menjadi penghalang bagi banyak orang.
Tes ini berbasis sentuhan yang diteliti mengukur gula darah dalam keringat dan menerapkan algoritme yang dipersonalisasi yang menghubungkannya dengan glukosa dalam darah. Ini lebih dari 95% akurat dalam memprediksi kadar glukosa darah sebelum dan sesudah makan, menurut sebuah studi bukti konsep baru itu.
Tes keringat baru belum siap untuk prime time karena studi skala besar masih diperlukan untuk memvalidasi pendekatan, tetapi ahli diabetes yang tidak terlibat dalam studi baru optimis.
"Tes glukosa tanpa tusukan telah menjadi semacam cawan suci pada diabetes, dan mudah-mudahan suatu hari seseorang akan melewati garis finis," kata Dr. John Buse, direktur Pusat Diabetes di University of North Carolina di Chapel Hill yang tengah mengembangkan alat baru itu.
BACA JUGA: Kendaraan Sitaan Tersangka Penggarong Duit Asabri Sulit Dilelang, Ini Sebabnya
"Data ini menunjukkan bahwa ada harapan." tambahya dilansir dari MedicalXpress.
Pencarian alternatif untuk tes tusukan jari untuk meningkatkan kontrol diabetes dan kualitas hidup orang dengan penyakit ini telah berlangsung, dan keringat memiliki banyak manfaat. Jari mengandung banyak kelenjar keringat dan menghasilkan banyak keringat, tetapi keringat memiliki kadar glukosa yang lebih rendah daripada darah. Terlebih lagi, pembacaan dapat bervariasi dengan karakteristik kulit lainnya, sehingga pengukuran gula darah tidak akurat.
Sensor baru ini mencakup hidrogel polivinil alkohol penyerap keringat yang diletakkan di atas strip plastik fleksibel. Anda meletakkan jari Anda pada sensor selama satu menit dan hidrogel menyerap sejumlah kecil keringat dan mengalami reaksi yang menghasilkan arus listrik kecil yang terdeteksi oleh perangkat genggam.
Untuk memastikan pembacaannya akurat, para peneliti juga mengukur gula darah sukarelawan dengan tes tusuk jari standar dan mengembangkan mathematica yang dipersonalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.