Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz menjadi pembina apel dalam rangka HUT ke-89 RSUD Tidar Kota Magelang di halaman rumah sakit setempat, Selasa (25/5/2021)./Ist-dok Prokompom Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - RSUD Tidar Kota Magelang dinilai strategis sehingga menjadi rujukan, tidak hanya bagi warga Kota Magelang tapi juga daerah lain seperti Kabupaten Magelang, Temanggung hingga Purworejo. Para dokter, tenaga medis dan karyawan diharapkan selalu kompak dan saling sengkuyung.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz saat menjadi pembina apel dalam rangka HUT ke-89 RSUD Tidar Kota Magelang di halaman rumah sakit setempat, Selasa (25/5/2021).
"Saya yakin rumah sakit ini sudah hebat, SDM (sumber daya manusia) luar biasa, saya tidak pernah khawatir itu. Tinggal disentuh sedikit. Dengan hati, itu saja. (Melayani) lebih manusiawi atau memanusiakan pasien," kata Dokter Aziz - panggilan dr. Muchamad Nur Aziz.
Baca juga : Cerita Ridwan Kamil Soal Desain Batiknya Dipakai 2 Personel Super Junior, Ternyata Bukan Endorse
Di udia 89 tahun ini diharapkan para dokter, tenaga medis dan karyawan selalu kompak dan saling sengkuyung.
"Semua harus nyengkuyung, saling menutupi kekurangan. Saya yakin rumah sakit ini hebat, posisinya strategis, jadi rujukan kabupaten sekitarnya apalagi di usia sudah 89 tahun. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan warga Kota Magelang yang hanya 128.000 jiwa," ucapnya.
Dokter spesialis penyakit dalam itu berujar, rumah sakit ini memiliki fasilitas yang bagus, bahkan sampai di bangsal kelas 3 pun memadai. Ini sangat menunjang pelayanan masyarakat. Dokter Aziz bersyukur saat ini pelayanan khusus untuk warga Kota Magelang tanpa dipungut biaya.
Baca juga: Pabrik Kayu di Temanggung Terbakar, Belasan Mobil Damkar Diterjunkan Padamkan Api
"Universal Health Coverage (UHC) kita hampir 100 persen. Ini menjadi tantangan kita, sekali lagi pelayanan ramah yang penting, terutama di UGD," ungkapnya.
Seiring dengan meningkatnya kualitas rumah sakit, Dokter Aziz optimistis kesejahteraan SDM rumah sakit juga akan meningkat. Dia berpesan kepada mereka untuk semangat, tidak merasa hebat, dam melayani dengan senyum.
Ia menambahkan, Kota Magelang dalam waktu dekat juga akan memiliki rumah sakit khusus kanker. Rumah sakit ini merupakan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak 2017 lalu. Dokter Aziz menyebut, rumah sakit kanker tipe B ini kemungkinan akan mulai dibangun tahun 2023 mendatang dengan modal sekitar Rp 500 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.