Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Kasubbaghumas Iptu Abdul Muthohir menunjukkan barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan, Selasa (11/5/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan. Itulah yang terjadi di Dusun Geger, Girirejo, Tegalrejo Kabupaten Magelang. Rumah yang gelap tanpa penerangan memancing orang untuk mencuri.
Kejadian ini bermula saat Mahdiya Adiba, warga setempat berkunjung ke rumah tetangganya, bernama Fajar, pada Rabu (14/5/2021) sekitar pukul 19.00. "Namun rumah temannya itu kosong karena ditinggal ibadah tarawih," jelas Kapolres Magelang, AKBP Ronald A Purba, Selasa (11/5/2021).
Pelaku berjalan kaki karena jarak hanya sekitar 30 meter. Saat melewati belakang rumah korban, pelaku melihat keadaan belakang rumah gelap tidak ada lampu penerangan. Kemudian timbul niat pelaku untuk mengambil barang. Ia sempat melihat ke depan rumah terlebih dahulu dan memastikan suasana sepi tidak ada orang, baru selanjutnya balik lagi ke belakang rumah.
Baca juga: Kendaraan Masuk ke Gunungkidul Alami Penurunan Signifikan
Ia mencoba mendorong pintu yang ternyata bisa terbuka karena pintu diganjal batu, besi dan kursi. Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah dan mencari-cari barang berharga namun tidak ditemukan. Pelaku melihat ada pintu kamar terkunci, kemudian mendobrak pintu tersebut dengan menggunakan bahu kanan sebanyak dua kali sehingga pintu tersebut terbuka dan rusak.
Pelaku memasuki kamar tersebut kemudian mencari uang namun tidak menemukan. Selanjutnya pelaku mengambil laptop di atas meja dan handphone yang berada di atas kasur. Setelah berhasil mengambil barang tersebut kemudian pelaku keluar melalui pintu belakang dengan membawa laptop dan handphone.
"Sekitar pukul 20.00 WIB saat korban pulang dari salat tarawih dari masjid, korban menemukan pintu dapur sudah terbuka, lalu korban masuk ke dalam kamar dan menemukan pintu kamar korban sudah rusak dan terbuka, setelah korban mengecek diketahui laptop dan ponselnya hilang," jelas Kapolres.
Baca juga: Seorang Pelajar Melahirkan di Toilet Apotek Saat PKL, Janin Dibungkus Kresek Lalu Dikubur
Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp6,6 juta dan melaporkan ke Polsek Tegalrejo. Menerima laporan korban, petugas Unit Reskrim Polsek Tegalrejo dan Resmob Sat Reskrim Polres Magelang melakukan penyelidikan, kemudian dapat mengidentifikasi tersangka.
"Petugas menangkap tersangka kemudian menyita barang bukti hasil curian. Dari keterangan tersangka, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pencurian tersebut," tambah Kapolres.
Akibat perbuatan pencurian dengan pemberatan tersebut, tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.