Dugaan Peretasan Data Nasabah BSI, OJK: Masyarakat Tetap Tenang
OJK mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kabar peretasan data PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI.
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis/Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Perum Bulog telah menyerap lebih dari 535.000 ton setara beras pada puncak panen yang jatuh pada Maret dan April tahun ini dan menambah stok kelolaannya menjadi 1,3 juta ton. Meski demikian, perusahaan tetap diharapkan bisa menyerap lebih banyak demi menjaga harga di petani yang rentan terkontraksi.
Namun outlet penyaluran beras Bulog yang terbatas membuat sejumlah penggiat dan pengamat pangan sangsi Bulog bisa menyerap dalam volume lebih besar. Perusahaan pun telah mengakui pentingnya jaminan penyaluran untuk memastikan stok yang dikelola terus berputar dan bisa diperbarui.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan Perum Bulog tetap berpeluang menjaga stok CBP di angka yang diamanatkan pemerintah. Dengan asumsi volume penyaluran sebesar 80.000 ton setiap bulan dan stok sampai akhir Juni berada di angka 1,5 juta ton, dia memperkirakan stok akhir Bulog masih bisa dijaga di kisaran 1 juta ton sampai akhir tahun.
“Kalau sampai Juni nanti stok bisa mencapai 1,5 juta ton, dengan asumsi outlet per bulan sekitar 80.000 ton, sampai akhir tahun stok bisa dijaga sekitar 1 juta ton,” kata dia, Selasa (4/5/2021).
Potensi impor beras yang sempat mengemuka, menurut Khudori, perlu dikaji pada waktu yang tepat. Pemerintah harus terlebih dahulu melihat realisasi penyerapan Bulog sampai Juni untuk mengettahui stok CBP serta melihat realisasi produksi pada subround I (Januari sampai April) dan potensi produksi pada subround selanjutnya.
“Idealnya rentang Juli sampai September bisa diputuskan apakah perlu impor atau tidak,” lanjutnya.
Khudori berpandangan memutuskan impor saat ini dengan menjadikan stok di Bulog sebagai indikator bukanlah hal yang tepat. Indikator dari sisi harga dan produksi pun menunjukkan bahwa pasokan beras dalam kondisi yang memadai dan tanpa gangguan.
Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan produksi beras pada periode Januari sampai Mei bakal mencapai 15,89 juta ton. Angka ini naik 5,77 persen atau bertambah 870.000 ton dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama pada 2020.
Adapun produksi beras nasional sepanjang 2020 tercatat naik tipis 0,07 persen dari 31,31 pada juta ton menjadi 31,33 juta ton. Kenaikan produksi ini terjadi meskipun puncak panen mengalami kemunduran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kabar peretasan data PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.