Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Suasana penjagaan di Mabes Polri pascapenyerangan yang dilakukan pada Rabu (31/3/2021) sore. /Suara.com-Arga
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua RT tempat tinggal Zakiah Aini, Kasdi, menyampaikan bahwa orang tua penyerang Mabes Polri itu sempat mencari-cari Zakiah yang sebelumnya sempat pamit keluar rumah. Meski sudah pamit, keluarga sempat mau melapor ke polisi karena anaknya tak kunjung pulang hingga akhirnya mendapatkan kabar jika Zakiah tewas saat melakukan penyerangan ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) kemarin.
Hal itu diungkap Kasdi saat ditemui wartawan di Kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, siang ini, Kamis (1/4/2021).
Kasdi mengatakan, awalnya Zakiah izin kepada ibunya untuk pergi keluar rumah pada Rabu pagi. Namun, menurutnya, wanita muda berusia 26 tahun itu tak menjelaskan soal lokasi yang dituju ketika pamit kepada ibunya.
"Jam setengah 9 keluar katanya \'mah, saya mau keluar sebentar\' tapi sampai seharian sampai magrib sampai meninggal itu enggak ada kabar," kata dia.
Menurutnya, keluarga juga tak mengetahui Zakiah pergi dengan siapa ketika pamit keluar rumah termasuk soal naik kendaraan apa ketika wanita muda itu pergi.
"Karena kalau tidak ada yang jemput tidak mungkin, kalo pakai motor kan wajar tapi kan engga tahu," kata dia.
Baca juga: Ini Komentar Tetangga ZA, Pelaku Penyerangan di Mabes Polri
Lantaran Zakiah tak kunjung pulang, lanjut Kasdi, keluarga sempat ingin melapor ke kantor polisi terdekat. "Kata keluarganya sih tadinya sudah mau lapor ke kepolisian dari pagi jam 9 pagi sampai magrib belum pulang-pulang," kata dia.
Keluarga, lanjut Kasdi mendadak kaget ketika mendapatkan kabar jika Zakiah tewas karena penyerangan di Mabes Polri. Kabar itu diketahui ketika aparat kepolisian mendatangi kediaman Zakiah.
"Ya kaget lah pasti pas mendengar kabar. Apalagi ketika polisi datang ke sini," tandasnya.
Kronologi Penyerangan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya, membeberkan kronologi saat Mabes Polri diserang teroris wanita bernama Zakiah Aini, Rabu kemarin.
Menurutnya, Zakiah sempat berbincang dengan salah satu petugas yang sedang berjaga sebelum melakukan penyerangan.
Menurutnya, saat berbicang dengan petugas, Zakiah berpura-pura menanyakan kantor pos. Tak berapa lama, setelah menuju lokasi yang ditanyakan, pelaku kembali dan langsung menyerang petugas dengan senjata api.
"Ditunjukan ke arah kantor pos tersebut. Namun, kemudian yang bersangkutan kembali, dan melakukan penyerangan ke anggota di pos jaga," kata Listyo di Mabes Polri, Rabu malam.
Dalam aksinya itu, kata Listyo, wanita muda itu sempat melepaskan enam kali tembakan kepada petugas.
Baca juga: Zakiah Aini Tewas Saat Menyerang Mabes Polri, Rumahnya di Ciracas Digeledah Polisi
"Sebanyak enam kali. Dua kali di luar, menembak lagi kepada anggota yang di sebelah kanan," kata dia.
Listyo menambahkan, jiksa petugas yang melakukan kontak senjata lalu dilakukan tindakan tegas terukur kepada Zakiah.
"Dilakukan tindakan tegas terukur kepada yang bersangkutan," kata dia.
Teroris Lone Wolf ISIS
Dia juga menegaskan Zakiah Aini diduga berafiliasi dengan ISIS. "Dia lone wolf, ISIS, yang dibuktikan dengan postingan bersangkutan di sosial media," kata Listyo.
Mahasiswi Drop Out
Listyo mengungkap jika Zakiah Aini, 25, wanita terduga teroris yang tewas saat menyerbu Mabes Polri berstatus mantan Mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, Jawa Barat.
Listyo mengatakan, saat menempuh semester lima, Zakiah diberhentikan alias drop out oleh pihak kampus.
"Yang bersangkutan [Zakiah Aini] mantan mahasiswa di suatu kasus dan DO [Drop Out] pada semeseter 5," kata Listyo saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) malam.
Mantan Kabareskrim Polri itu juga menjelaskan jika wanita muda itu merupakan warga yang tinggal di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.