Iran Ultimatum AS: Selat Hormuz Bisa Ditutup Jika Perang Ekonomi Berlanjut
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.
Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan pada tenaga kesehatan di klinik Mapolda Sumsel Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (20/1/2021). /ANTARA FOTO-Feny Selly
Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI menyebutkan 8% guru di Indonesia ternyata menolak disuntik vaksin Covid-19. Survei itu dilakukan terhadap 2.406 guru di 23 provinsi seluruh Indonesia.
Meski demikian, dari hasil survei juga terungkap bahwa antusiasme guru untuk mengikuti vaksinasi Covid 19 ternyata cukup besar dari keseluruhan responden, yakni 91,73 persen.
"Walaupun memang masih ada guru yang menyatakan tidak bersedia untuk divaksinasi sebanyak 8,27 persen," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam jumpa pers virtual, Rabu (17/3/2021).
Menurut Heru, para guru yang menolak divaksin karena masih khawatir efek samping dan ragu pada kualitas vaksin.
Baca juga: HKG PKK: Ibu Jadi Garda Terdepan Penanganan Covid-19
Hal ini menurutnya cukup berbahaya karena guru yang diprioritaskan pemerintah untuk vaksinasi demi pembukaan sekolah tatap muka pada Juli mendatang.
"Apabila masih ada guru yang belum divaksin plus siswa yang juga belum divaksin maka Herd Immunity secara komunal di lingkungan sekolah sulit untuk terbentuk," tuturnya.
Kemudian, secara sosialisasi vaksinasi, mayoritas sebanyak 94,85 persen telah mengetahui informasi mengenai vaksinasi Covid 19 bagi guru.
"Sementara selebihnya 4,15 persen tidak mengetahui informasi ini," ucapnya.
Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Semua Agama Punya Terorisnya Sendiri
Guru-guru yang mengetahui informasi mengenai vaksinasi Covid 19 bagi guru secara umum berasal dari pengumuman sekolah sebanyak 58,72 persen.
Pengumuman sekolah ini biasanya disampaikan melalui pertemuan secara formal melalui tatap muka secara luring maupun daring dan media pengumuman sekolah lainnya.
"Selebihnya memperoleh informasi dari media online sebanyak 49,82 persen, media sosial sebanyak 45,71 persen, Televisi dan Radio sebanyak 43,34 persen dan media cetak sebanyak 20,16 persen," jelas Heru.
Jika ditelusuri dasarkan asal wilayah ditemukan bahwa guru-guru yang berasal dari luar Jawa lebih banyak yang menolak untuk divaksin yaitu sebanyak 24,35 persen. Dibandingkan guru-guru yang berasal dari Jawa yang hanya 4,84 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan