Menkes Tetapkan 3 Jenis Vaksin Ini jadi Booster, Begini Skenarionya
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Ilustrasi sakit jantung
Harianjogja.com, JAKARTA - Kelompok komorbid atau yang memiliki penyakit penyerta sangat berisiko tinggi terpapar dan mendapat kondisi yang buruk ketika terinfeksi virus corona. Oleh karena itu, vaksinasi penting untuk kelompok masyarakat ini.
Sempat tidak disarankan karena kurangnya penelitian, akhirnya Kementerian Kesehatan membuka peluang bagi penderita komorbid menerima vaksin Covid-19 melalui Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Vito Anggarino Damay mengatakan bagi orang dengan komorbid seperti penyakit jantung memang lebih berisiko mengalami infeksi berat ketika terpapar virus Sars-Cov-2. Oleh karena itu, mereka justru harus dapat proteksi dengan vaksinasi.
Kendati demikian, ada catatan penting bagi penderita jantung untuk menerima vaksin virus corona. Vito menjelaskan orang yang pernah pasang ring dan operasi bypass jantung boleh menerima vaksinasi, demikian pula yang pernah didiagnosa penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) dan lemah jantung, asalkan tidak dalam keadaan sakit.
"Stabil tanpa keluhan selama 3 bulan terakhir. Orang dengan hipertensi juga boleh menerima vaksinasi asalkan hipertensi terkontrol, dan saat vaksinasi tidak melebihi batas tensi 180/110 mmHg," tegas Vito kepada Bisnis baru-baru ini.
Sementara itu, Vito menyarankan sebelum divaksinasi, ada baiknya penderita komorbid jantung melakukan medical check up untuk memastikan apakah mereka dalam kondisi siap untuk divaksin. Terutama pada lansia yang memiliki komorbid lebih dari satu. Tak terkecuali pula bagi orang yang lebih muda karena tak sedikit dari mereka yang ternyata memiliki komorbid namun tidak disadari.
"Ada baiknya general check up oleh dokter umum untuk melihat secara individual kondisi apa yang mungkin membatalkan vaksinasi, sehingga sebelum waktunya vaksinasi jika memungkinkan bisa distabilkan atau ditangani dulu," tuturnya
Di sisi lain, Vito menyarankan agar penderita komorbid jantung tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sebelum dan sesudah divaksinasi. Juga kepada mereka yang belum bisa menerima vaksin. "Jadi tetap lakukan 3 M ditambah menghindari kerumunan dan menghindari ngerumpi, karena ngerumpi, bisik-bisik biasanya buka masker dan tidak jaga jarak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.