Polisi Bongkar Penimbunan Solar Subsidi di Klaten, Begini Modusnya
Polres Klaten bongkar penimbunan solar subsidi, tiga tersangka diamankan. Total kerugian capai miliaran rupiah.
Polisi dibantu warga memasang garis polisi mengelilingi sumur yang ambles di Dukuh/Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Rabu (17/2/2021). Belasan sumur gali milik warga Dukuh Jungkare ambles secara bertahap dua pekan terakhir./JIBI-Solopos-Taufiq Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN – Sekitar 12 sumur milik warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten, Jawa Tengah, ambles secara bertahap selama dua pekan terakhir. Sumur yang ambles merupakan sumur gali.
Belasan sumur yang ambles berada di dua wilayah RT yakni RT 10-11/RW 05, Dukuh/Desa Jungkare. Kedalaman amblesnya sumur beragam dari empat hingga tujuh meter. Kali pertama sumur milik keluarga Wasil, 55, warga Dukuh RT 11 ambles dua pekan lalu. Sumur yang berada pada pekarangan di antara tiga rumah tersebut ambles sekitar dua pekan lalu. Selain sumur, bangunan kamar mandi berukuran 2 meter x 3 meter yang ada di sebelah sumur rusak lantaran ikut ambles. Kini, kawasan sekitar sumur meninggalkan lubang mengaga.
BACA JUGA: Pemerintah Akan Angkat 1 Juta Guru Honorer Menjadi PPPK
Wasil menceritakan sumur beserta bangunan kamar mandi ambles sekitar dua pekan lalu pada dini hari. “Suaranya saat ambles itu mak gruduk. Terus srumbungnya sumur itu masuk ke dalam [tanah],” kata Wasil saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (17/2/2021).
Wasil mengatakan sebelumnya tak ada gejala atau tanda-tanda sumur beserta bangunan kamar mandi ambles. Hanya saja, saban musim hujan tiba, tanah di dinding sumur kerap longsor ketika musim hujan dan dikeruk saban kemarau tiba. Muka air sumur juga meningkat ketika musim hujan tiba dengan kenaikan sekitar 1,5 meter.
Kedalaman sumur milik keluarga Wasil sekitra 12 meter dengan struktur bangunan dari mulut sumur hingga empat meter berupa bangunan permanen berbahan susunan batu bata dan sisanya hingga dasar sumur berupa tanah.
Amblesnya sumur membuat Wasil berserta keluarganya yang tinggal di tiga rumah kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara waktu, mereka menumpang pasokan air bersih dari sumur tetangga dan dialirkan ke ketiga rumah.
Sementara itu, sumur milik keluarga Tulus, 59, warga RT 10/RW 05, Dukuh Jungkare amble pada Sabtu (13/2/2021) dini hari. Tanah di sumur yang berada pada belakang rumah Tulus ambles sekitar 7 meter.
BACA JUGA: Dinsos Jogja Usul Hapus 200 Lebih Penerima Bansos Selama Pandemi
Tulus juga menyampaikan sebelum sumur ambles, terdengar suara dentuman beberapa hari sebelumnya serta sesaat sebelum sumur ambles. Peristiwa itu tak sampai merusakkan bangunan rumahnya. “Tanah di dalam rumah juga ikut getar [saat sumur ambles], tetapi tanah di rumah tidak ikut ambles. Istri saya sempat saya ungsikan ke rumah mertua sebelum sumur ambles karena khawatir,” kata Tulus.
Tulus menjelaskan sumur miliknya berdiameter 2 meter dengan total kedalaman 15 meter. Struktur bangunan berupa bis dari mulut sumur hingga kedalaman 4 meter. Sementara, sisanya sampai ke dasar sumur berupa struktur tanah bercampur pasir.
Istri Tulus, Tri Widayati, 58, mengatakan dua hari sebelum sumur ambles terdengar suara dentuman bersumber dari dalam sumur. “Awalnya itu ada suara pyur kemudian mak jeblung. Setelah saya tengok ternyata air sumur beriak dan keruh dari sebelumnya bening,” urai dia.
Widayati mengatakan suara dentuman itu kembali berulang sesaat sebelum sumur ambles. Dia menjelaskan pada Jumat (15/2/2021) sore, hujan lebat mengguyur wilayah Jungkare. Dia menduga amblesnya sumur itu lantaran faktor hujan yang belakangan kerap terjadi dengan intensitas lebat hingga membuat struktur tanah di dalam sumur labil. “Ya jelas sampai saat ini masih trauma. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sementara ini menumpang air dari sumur tetangga,” jelas dia.
Agar tak membahayakan dan meerembet merusak ke bangunan lain, Tulus menutup sumur di belakang rumahnya menggunakan pasir dan batu. Setidaknya butuh satu rit pasir dan batu untuk menutup lubang bekas akibat sumur ambles.
BACA JUGA: Tak Ada RT Zona Merah Covid di Gunungkidul, Mayoritas Zona Hijau
Kepala Desa Jungkare, Wakhid Muhsin, mengatakan ada sekitar 12 sumur yang ambles. Dari belasan sumur itu, ada delapan sumur yang sudah benar-benar ambles. Sementara, empat sumur menunjukkan gejala ambles dengan kerap terdengar suara dentuman ketika tanah pada dinding sumur longsor. “Rata-rata sumur ambles 7 meter. Ada yang ambles 6 meter ada juga yang 8 meter,” kata dia.
Wakhid menjelaskan fenomena itu baru kali pertama terjadi. Dia memperkirakan peristiwa itu terjadi lantaran intensitas hujan tinggi membuat tanah di dalam sumur labil dan mudah longsor.
Wakhid mengatakan sudah melaporkan peristiwa itu ke BPBD Klaten. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, warga yang sumur rumahnya ambles sementara waktu menumpang ke sumur tetangga. Sumur-sumur yang sudah ambles sementara waktu ditimbun tanah agar tak membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Polres Klaten bongkar penimbunan solar subsidi, tiga tersangka diamankan. Total kerugian capai miliaran rupiah.
Semifinal Piala Dunia 2026 jadi pertemuan pertama Messi vs Inggris. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga duel penuh gengsi ini. Siapa yang menang?
Surat mutasi palsu mengatasnamakan Kepala BKPPD Gunungkidul beredar di lingkungan puskesmas. ASN diminta waspada terhadap modus penipuan.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Jerman 2026 usai crash di Sachsenring. Simak klasemen terbaru yang masih dipimpin Manuel Gonzalez.
Kia tarik 500 ribu SUV Telluride di AS karena sakelar kursi bisa picu kebakaran. Gagal diperbaiki dua kali, kini Kia pasang sekering elektronik.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.