Kapal Pembawa Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Banten Cek Pulau Sebesi
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pasar makanan laut Huanan di Wuhan kemungkinan menyebarkan virus Corona, tetapi tidak berarti virus tersebut berasal dari tempat itu.
"Tidak ada bukti bahwa virus bersumber dari tempat tersebut" tetapi "secara hipotesis, semua kondisi memungkinkan bagi penyebaran virus di tempat itu," kata Vladimir Dedkov, anggota tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip Sputnik pada Kamis (4/2/2021).
Pasar makanan laut di Wuhan dikaitkan dengan klaster pertama kasus Covid-19, akan tetapi para ilmuwan belum dapat mengambil kesimpulan pasti mengenai peran pasar tersebut dalam transmisi Covid-19.
Saat mengunjungi Institut Virologi Wuhan bersama sembilan ahli lainnya dari WHO pada Rabu (3/2), Dedkov juga menolak dugaan kebocoran virus.
"Tentunya, penting bagi misi kami untuk mendatangi fasilitas ini, berkomunikasi dengan kolega kami dan melihat bagaimana segala sesuatunya dikelola di tempat itu," katanya.
"Laboratorium itu memiliki fasilitas lengkap," katanya. "Sulit bagi saya untuk membayangkan bahwa sesuatu bisa bocor dari tempat itu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Polda Lampung memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Rupiah ditutup Rp17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026). Simak proyeksi rupiah hari ini serta sentimen pasar dan The Fed.
Bareskrim Polri membongkar dua praktik live streaming bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi dengan enam tersangka.
Program bertajuk “Penguatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Pengajian di Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta