Elon Musk Sebut WhatsApp Tak Dapat Dipercaya, Kenapa?
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. /KEMENTERIAN BUMN
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak masyarakat untuk mendukung alat deteksi Covid-19, GeNose, sebagai buatan anak bangsa dan melihat dari sisi manfaat yang diberikan kendati masih membutuhkan pengembangan.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan GeNose ini merupakan sebuah temuan dari para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang harus didukung bersama. Terlebih, GeNose telah melalui proses pengujian sesuai standar yang berlaku.
BACA JUGA : Ingin Naik Kereta Api? Ini Prosedur Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun
"Tentu [GeNose] ini masih terus membutuhkan pengembangan. Namun demikian mari kita dukung, jangan dilihat dari sisi lemahnya terus. Mari kita lihat bagaimana ini bisa membantu memutus mata rantai penularan [Covid-19]," ujarnya dalam diskusi online bersama peneliti dan epidemiolog UGM, Senin (1/2/2021).
Adita menjelaskan, GeNose yang akan diimplementasikan sebagai alat screening utama di moda transportasi KA Jarak Jauh akan sangat membantu mengingat kapasitas PCR Test yang terbatas.
"Jadi kalau ada alat screeningnya, akan membantu agar PCR ini tidak terlalu banyak dikonsumsi. Mungkin akan lebih baik agar [PCR] dikonsumsi oleh yang memang betul-betul membutuhkan," katanya.
BACA JUGA : Beroperasi Perdana 5 Februari, Begini Persiapan Tim GeNose
Sementara itu, guna meyakinkan masyarakat terkait dengan keakuratannya, peneliti GeNose Dian K. Nurputra mengatakan GeNose sudah melewati beberapa tahapan uji coba.
Tahap pertama, ujarnya, dilakukan pada pasien rawat inap dan mendapatkan hasil tingkat akurasi 96 persen. Kemudian, uji klinis sampel kedua terhadap sample yang lebih heterogen (orang tanpa gejala) dengan tingkat akurasi 92--96 persen, terakhir di populasi umum (perkantoran) mendapatkan hasil 89 persen.
BACA JUGA : Menristek Sebut GeNose Didorong Jadi Alat Pelacak Covid-19, Bukan Diagnosis
"Jadi tingkat akurasi itu berbeda tergantung dari populasinya, nah kita akan lihat dari hasil post marketing di populasi masyarakat pengguna kereta api," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.