Hari Penting 3 Agustus, Ada Sindrom Cloves hingga Kasus Korupsi Soeharto
Tanggal 3 Agustus adalah hari memperingati sindrom cengkih atau cloves di dunia. Sindrom ini biasanya muncul saat sejak lahir.
Vaksin virus corona tidak bekerja efektif pada penderita obesitas atau gemuk/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Orang-orang yang memiliki obesitas memiliki kerentanan terhadap vaksin virus corona (Covid-19). Peneliti juga mengungkapkan bahwa obesitas menjadi faktor risiko terbesar Covid-19 untuk menghalangi keampuhan dan efektivitas vaksin.
Mengutip dari Times of India, Sabtu (23/1/2021), laporan terbaru yang diterbitkan di Nature, orang gemuk memiliki respons yang sedikit lebih lambat pada tubuh sehingga, membuat vaksin virus corona kurang efektif untuk mereka.
BACA JUGA : 26.800 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Jogja
Untuk kelompok berisiko tinggi yang sudah rentan terhadap virus corona yang parah, perkembangan tersebut hanya memicu lebih banyak kekhawatiran.
Apakah obesitas merusak kekebalan Anda?
Kemampuan kerja vaksin virus corona (Covid-19) sangat tergantung pada seberapa sehat sistem kekebalan Anda. Obesitas, sebagai masalah medis dapat mempengaruhi kekebalan dan fungsinya.
Dalam kondisi seperti obesitas yang tidak wajar, peradangan akut dapat menyebabkan respons imun yang tertunda atau menurun. Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan beberapa penyakit dan risiko kesehatan lain yang dapat mengganggu kekebalan tubuh.
Mengapa obesitas sangat mengkhawatirkan?
Obesitas telah berubah menjadi epidemi gaya hidup global yang menjadi masalah utama kesehatan. Obesitas dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak aktif dan tidak aktif, masalah hormonal, obat-obatan, pola makan yang buruk, genetika, yang dipicu oleh penyakit atau beberapa faktor psikologis.
BACA JUGA : Sudah Disuntik Vaksin Bupati Sleman Tetap Terinfeksi
Menurut statistik WHO dan Obesitas Dunia, masalah kesehatan masyarakat terus meningkat, dengan lebih dari 2 juta orang kelebihan berat badan dan, atau obesitas (terhitung sekitar 13 persen dari populasi dunia).
Obesitas dapat menyebabkan peradangan ringan pada tubuh
Penelitian juga menemukan bahwa orang gemuk mungkin juga memiliki tingkat protein pengatur kekebalan yang lebih tinggi dari biasanya di dalam tubuh, juga dikenal sebagai sitokin, yang, dalam beberapa kasus dapat memaksa sistem kekebalan untuk salah menafsirkan sinyal dan merusak sel dan jaringan yang sehat.
Selain itu, penderita obesitas juga lebih tinggi mengalami penyakit parah hingga meninggal karena virus corona, berapa pun usianya. Dari tantangan seperti intubasi yang sulit (dukungan ventilator), kapasitas paru-paru yang berkurang, resistensi insulin dan keberadaan reseptor ACE2 yang tinggi juga meningkatkan risiko.
Banyak vaksin tidak bekerja dengan baik pada orang gemuk
Mungkin yang mengkhawatirkan para dokter dan ahli epidemiologi adalah bahwa ini bukan pertama kalinya vaksin tidak berfungsi maksimal bagi orang gemuk. Selain virus corona, ada vaksin untuk beberapa kondisi lain yang tidak bekerja dengan baik bagi penderita obesitas, termasuk influenza, rabies, hepatitis-B.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tanggal 3 Agustus adalah hari memperingati sindrom cengkih atau cloves di dunia. Sindrom ini biasanya muncul saat sejak lahir.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.