Kemenkes Catat 109 Juta Peserta Cek Kesehatan Gratis, Insiden TB Menurun
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.
Inventor GeNose Prof. Kuwat Triyono dan Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menerima Anugerah UGM 2020 pada peringatan Dies Natalis Ke-71 UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Sabtu (19/12/2020). /ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA - Alat deteksi Covid-19 berbasis embusan napas buatan peneliti Universitas Gajah Mada, GeNose, diklaim memiliki efektivitas lebih dari 90 persen.
Ketua Tim Pengembang GeNose C19 UGM Kuwat Triyana mengatakan, uji klinik sudah dilakukan pada orang negatif dan positif Covid-1 di ruang rawat inap, rawat jalan, dan skrining bebas.
“Ditemukan bahwa di analisis di ruang rawat sensitivitasnya 89 persen dan spesifisitasnya 96 persen. Sementara dalam analisis normal, sensitivitasnya 93 persen dan spesifisitasnya 95 persen,” ungkap Kuwat, Jumat (15/1/2021).
Adapun, Kuwat menyebutkan bahwa sementara GeNose sudah mampu mendeteksi pasien Covid-19 lebih awal, yakni 2 hari dari terpapar, dibandingkan dengan tes PCR yang baru bisa mendeteksi setidaknya 3-5 hari setelah terpapar.
Melihat efektivitas alat tersebut, Menteri Riset Tekonologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro berpesan agar ke depan alat ini bisa diteliti lebih lanjut dari sisi post marketing.
GAMA e-Nose (GeNose) merupakan alat deteksi dan diagnosis Covid-19 melalui hembusan nafas seseorang yang saat ini sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.
GeNose mendeteksi Covid-19 melalui sampling hembusan napas dalam suatu kantong khusus yang akan mengalirkan Volatile Organic Compound (VOC) ke dalam sistem larik sensor gas yang selanjutnya akan direspons delapan sensor.
Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
Penggunaan GeNose juga menggunakan sistem aplikasi yang terhubung dengan sistem cloud computering sehingga hasil diagnosis yang didapatkan dalam bentuk real time.
“Terkait cara penggunaannya masih ada hal-hal yang harus diperinci lebih lanjut. Kami sudah evaluasi apa-apa saja yang bisa menyebabkan datanya jadi invalid sehingga kami buat SOP yang akan beredar nantinya bersama dengan alat ini,” ungkap Kuwat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.
Pelaku UMKM di DIY masih kesulitan memisahkan uang modal dan keuntungan. Kondisi ini membuat usaha rentan terjebak utang dan membutuhkan pengelolaan keuangan ya
FPF berencana menggelar penghormatan khusus untuk Cristiano Ronaldo setelah sang kapten mengumumkan pensiun dari timnas Portugal.
Lima HP dari POCO, vivo, dan Huawei bisa menjadi pilihan pada November 2026. Simak spesifikasi dan harga masing-masing.
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.
Marc Marquez berpeluang meraih gelar MotoGP 2026 di Qatar. Ia unggul 44 poin dan berpeluang melampaui rekor Valentino Rossi.