Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
Wakil presiden yang memimpin tim Penelitian AI Fundamental Meta Platforms Inc. Joelle Pineau mengundurkan diri dari Meta Platforms Inc.
GeNose. /Kemenristek
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemilog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyoroti pemberian izin edar untuk alat pendeteksi Covid-19 besutan para ahli UGM, GeNose dari Kementerian Kesehatan.
Pandu mempertanyakan validitas dari alat pendeteksi tersebut dan menyebut bahwa tidak mungkin alat tersebut menggantikan tes swab PCR dan rapid test antigen dalam mendeteksi Covid-19.
Dia pun meminta agar dilakukan kajian ulang atas validitas dari alat pendeteksi Covid-19 itu sebelum dipakai secara luas di publik.
BACA JUGA : Peroleh Izin Edar, GeNose Buatan UGM Bisa Deteksi Covid
"Tidak mungkin menggantikan tes swab PCR dan Antigen. Masih perlu dikaji ulang secara terbuka untuk isu validitas nya sebelum dipakai luas di publik," ujanya melalui akun media sosial twitter @drpriono1, Minggu (27/12/2020).
Pada cuitan sebelumnya, Pandu juga menyatakan bahwa istilah AI (Artificial Intelligence) dan ML (Machine Learning) tidak bisa menggantikan logika dan substansi keilmuan yang ingin diterapkan.
"Misalnya untuk diagnostik Covid-19. Pengujian validasinya juga tetap mengikuti metode riset yang benar. Harapannya hasil nya bisa akurat," ujarnya.
Tidak mungkin menggantikan tes swab PCR dan Antigen. Masih perlu dikaji ulang secara terbuka untuk isu validitas nya sebelum dipakai luas di publik. https://t.co/OaCjDdGeb1
— Juru Wabah (@drpriono1) December 27, 2020
Seperti diberitakan sebelumnya, alat pendeteksi Covid-19 besutan para ahli UGM, GeNose, mengantongi izin edar dan segera diproduksi massal sehingga mempercepat penyaringan orang terinfeksi Covid-19.
Ketua tim pengembang GeNose, Prof. Kuwat Triyana, mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada Kamis (24/12/2020).
“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat,” kata Kuwat dalam rilis UGM, Sabtu (26/12/2020).
BACA JUGA : GeNose Buatan UGM dapat Izin Edar, Indonesia Bakal Jadi
Menurut Kuwat setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan. Mereka berharap agar dengan jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal.
“Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari. Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Wakil presiden yang memimpin tim Penelitian AI Fundamental Meta Platforms Inc. Joelle Pineau mengundurkan diri dari Meta Platforms Inc.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag