Boeing 737-8 Air Canada Alami Kerusakan Mesin saat di Udara

Newswire
Newswire Sabtu, 26 Desember 2020 14:37 WIB
Boeing 737-8 Air Canada Alami Kerusakan Mesin saat di Udara

Boeing 737-8. Amerika Serikat mencabut larangan penerbangan, yang sebelumnya diberlakukan 20 bulan, atas 737 MAX pada November. /Boeing

Harianjogja.com, JAKARTA - Pesawat Boeing Co 737-8 Max milik Air Canada mengalami kerusakan mesin dalam perjalanan antara Arizona dan Montreal, yang membawa tiga awak.

Kerusakan itu memaksa awak untuk mengalihkan penerbangan ke Tucson, Arizona, kata perusahaan penerbangan Kanada itu dalam pernyataan melalui surat elektronik, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/12/2020).

Tak lama setelah lepas landas, pilot menerima "indikasi mesin" dan "memutuskan untuk mematikan satu mesin," kata juru bicara Air Canada. "Pesawat kemudian dialihkan ke Tucson, mendarat secara normal dan tetap tinggal di sana."

BACA JUGA : Boeing 737 Max Boleh Terbang, Begini Respons Garuda

Insiden itu terjadi pada 22 Desember. Situs berita penerbangan Belgia, Aviation24.be, melaporkan bahwa awak pesawat tersebut menerima indikasi tekanan rendah hidrolik mesin kiri dan mengumumkan keadaan darurat PAN PAN sebelum mengalihkan penerbangan.

Sebagai tanggapan atas permintaan Reuters untuk berkomentar, seorang juru bicara Boeing merujuk ke Air Canada jika ingin mendapat informasi tentang insiden tersebut. Sang jubir juga tidak memberikan komentar tambahan.

Amerika Serikat mencabut larangan penerbangan, yang sebelumnya diberlakukan 20 bulan, atas 737 MAX pada November.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI : Boeing 737 MAX 8 Dilarang Terbang

Bersamaan dengan itu, Badan Penerbangan Federal AS menguraikan perincian soal perangkat lunak, sistem, dan peningkatan pelatihan yang harus diselesaikan Boeing dan maskapai penerbangan sebelum mereka boleh mengangkut penumpang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online