Kenapa Bansos BPNT & PKH Agustus 2026 Tidak Cair? Ini Penyebabnya
Bansos BPNT dan PKH Agustus 2026 tidak diterima? Simak penyebab nama tidak masuk DTKS dan faktor yang membuat usulan ditolak.
Godwit/Livescience
Harianjogja.com, JAKARTA - Seekor burung jenis Godwit ekor belang (Limosa lapponica) baru saja memecahkan rekor terbang selama 11 hari langsung dari Alaska ke Selandia Baru sejauh 7.500 mil (12.000 kilometer) tanpa henti.
Waktu tempuh itu, memecahkan penerbangan nonstop terpanjang di antara burung yang diketahui para ilmuwan, demikian dilansir dari Livescience.
"Godwits ekor belang besar, berisik, dan berwarna kayu manis," menurut National Audubon Society.
Mereka dikenal melakukan migrasi yang mengesankan antara Alaska dan Selandia Baru, terbang ribuan mil tanpa henti. Para ilmuwan melacak godwit jantan khusus yang dikenal sebagai "4BBRW" untuk identifikasi cincin berwarna di kakinya, melalui satelit onboard. Pada 2019, mereka menangkap dan menandai 4BBRW bersama dengan 19 godwits ekor belang lainnya di Firth of Thames, tenggara Auckland.
Setelah meninggalkan Alaska, godwit terbang ke selatan di atas Kepulauan Aleut dan mendarat di sebuah teluk dekat Auckland di Selandia Baru 11 hari kemudian. Satelitnya mencatat waktu di 7.987 mil (12.854 km),.
Tetapi kesalahan pembulatan kemungkinan berarti bahwa perjalanan sebenarnya diperpanjang sekitar 7.581 mil (12.200 km), menurut para ilmuwan. Terkadang, dia terbang hingga 55 mph (89 km / jam). Sebelumnya, penerbangan nonstop terpanjang yang tercatat di antara burung dilakukan oleh godwit ekor belang betina yang terbang sekitar 7.145 mil (11.500 km) dalam sembilan hari pada tahun 2007, menurut National Geographic.
Mereka memang hidup dengan jam terbang perjalanan yang begitu lama. "Mereka memiliki tingkat bahan bakar-ke-energi yang sangat efisien," kata Jesse Conklin, yang merupakan bagian dari Global Flyway Network, sekelompok ilmuwan yang mempelajari migrasi tersebut.
"Mereka dirancang seperti jet tempur. Sayap panjang, runcing dan desain yang sangat ramping, yang memberi mereka banyak potensi aerodinamis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Bansos BPNT dan PKH Agustus 2026 tidak diterima? Simak penyebab nama tidak masuk DTKS dan faktor yang membuat usulan ditolak.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.