OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Pandemi Covid-19 masih masih berlangsung dan kasus baru masih terus meningkat. Dalam kondisi ini, kebutuhan vaksin virus ini makin mendesak.
Perkembangan terakhir menunjukkan sejumlah kandidat vaksin akan tersedia dalam waktu dekat. Namun, masih ada keraguan besar yang harus dijawab.
Sementara para ilmuwan bekerja untuk memberikan prototipe yang aman dan efektif untuk miliaran orang yang berharap pada vaksin Covid-19, masalah yang lebih besar telah diidentifikasi berkaitan dengan pengiriman dan produksi.
Baca juga: Pengendara Tidak Bermasker di Bantul Kena Sanksi Push Up
Mengembangkan vaksin hanyalah setengah dari pekerjaa. Vaksin Covid-19 hanya akan dianggap efektif jika diberikan dengan benar, menjangkau semua populasi rentan yang berisiko dan memberikan perlindungan yang memadai.
Namun, masih butuh waktu lama sebelum semua orang diinokulasi dengan aman. Sekarang, CEO Serum Institute of India, Adar Poonawallah mengatakan bahwa akan sangat lama menunggu untuk memvaksinasi setiap orang.
Dilansir dari Times of India, Poonawallah, mengatakan bahwa pihak berwenang akan membutuhkan minimal 4-5 tahun untuk memvaksinasi semua orang dan menyingkirkan Covid-19 dari akarnya.
Baca juga: Begini Awal Mula Pedagang Beringharjo Ketahuan Terinfeksi Corona
CEO tersebut menyoroti perbedaan dan rintangan yang dihadapi perusahaan vaksin dalam memproduksi vaksin untuk massa. Ia menambahkan bahwa dunia tidak dapat bergantung pada vaksin saja, katanya,
Dari kurangnya pusat produksi, kekurangan infrastruktur, Poonawallah mengatakan bahwa mungkin tidak ada cukup dosis yang tersedia untuk semua dan banyak strategi yang perlu dilakukan sebelum administrasi selesai:
“Ini akan memakan waktu empat hingga lima tahun sampai semua orang mendapatkan vaksin di planet ini,”
CEO berusia 38 tahun itu juga mengatakan bahwa meskipun India menjadi salah satu produsen vaksin utama, kurangnya pasokan dan pengiriman menimbulkan risiko bagi distribusi vaksin di negara tersebut.
“Saya masih belum melihat rencana yang tepat di atas kertas untuk melakukan itu [di India] melebihi dosis 400m. Anda tidak ingin situasi dengan vaksin di mana Anda memiliki kapasitas untuk negara Anda tetapi Anda tidak dapat mengkonsumsinya,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.