Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Mardani Ali Sera./Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah saat ini meminta masyarakat mewaspadai potensi munculnya gelombang dua Covid-19.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai bahwa pola pikir Presiden Joko Widodo jungkir balik kala membicarakan soal gelombang kedua pandemi virus corona.
Dalam pandangan Mardani, pembicaraan soal gelombang kedua pandemi virus corona masih belum patut dibicarakan lantaran puncak gelombang pertama wabah tersebut masih belum terdeteksi.
"Pola pikir presiden jungkir balik. Bicara gelombang kedua, padahal peak (puncak) gelombang satu saja belum terdeteksi," tulis Mardani melalui Twitter-nya, Minggu (9/8/2020).
Pria lulusan Universitas Teknologi Malaysia ini juga mengungkit soal keputusan pemerintah menerapkan new normal di tengah kewaspadaan masyarakat akan naiknya angka kasus virus corona.
"Dulu bicara New Normal kemudian mau dilonggarkan New Normal-nya, padahal masyarakat sedang berhati-hati menjaga penyebaran," kritik Mardani.
Mardani menyarankan agar pemerintah selalu berhati-hati dalam berkomunikasi dan menentukan keputusan di tengah pandemi yang belum kunjung usai di Indonesia.
BACA JUGA: Mayat Mengenakan Popok Ditemukan di Dekat Jembatan Kretek Bantul
"Ada urusan komunikasi di sini. Tapi bisa juga metodologi pemetaan masalah & sumber infonya tidak terverifikasi dengan baik. Di atas semuanya, syarat kemampuan berpikir sistemati dan kritis wajib dimiliki Presiden. Hingga langkahnya jelas, terukur & teratur," tukas Mardani.
Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap virus corona. Ia mengatakan tentang potensi munculnya gelombang kedua wabah.
"Jangan sampai kita masuk gelombang kedua. Second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali, kuncinya adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Jokowi i Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).
Jokowi dalam sambutannya mengajak seluruh kader Gerindra bersama-sama berjuang keluar dari krisis wabah virus corona covid-19.
"Sebagai bangsa pejuang kita harus mampu mengatasi persoalan kita sendiri, dengan cara kita sendiri, dengan kemampuan kita sendiri, untuk mencapai kepentingan nasional mewujudkan tujuan besar bangsa kita Indonesia," kata Jokowi dalam sambutannya.
"Semangat inilah yang harus terus kita gelorakan saat menghadapi situasi yang sangat-sangat sulit ini," sambungnya.
Jokowi mengatakan, dunia saat ini sedang mengalami krisis keuangan terburuk sejak depresi besar di 1930. Ia meminta masyarakat untuk bersyukur di situasi pandemi seperti saat ini.
"Di tengah situasi yang berat seperti ini kita wajib bersyukur, muncul semangat gotong-royong, saling membantu, saling berbagi beban antar berbagai elemen masyarakat," kata dia.
Jokowi melanjutkan, "Kita bersyukur muncul berbagai inovasi dari anak-anak bangsa untuk menciptakan berbagai produk di bidang kesehatan yang sebelumnya lebih banyak kita impor."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Harga iPhone 15, 16, dan 17 di Indonesia turun hingga Rp500.000 jelang peluncuran iPhone 18 Pro pada 9 September 2026.
ICBS 2026 di JEC Bantul mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem dan akses pasar global.
Bulog menyiapkan 110 ribu ton beras premium dan medium untuk menjaga pasokan serta menekan kenaikan harga di seluruh Indonesia.
Gunung Anak Krakatau erupsi menerus sejak 23.07 WIB dan memunculkan lava fountain. PVMBG melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer.
Wamen LH Diaz Hendropriyono mengapresiasi kolaborasi penanganan karhutla Jambi melalui sekat kanal dan distribusi air ke lahan gambut.