Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati atas Wafatnya Guruh
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Corona yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan belum menunjukkan tanda berakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa dunia harus belajar untuk hidup dengan virus corona dan melawannya dengan kekuatan yang dimilikinya.
Menyadur Anadolu Agency, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membuat pernyataan pada pertemuan komite tingkat tinggi enam bulan setelah menyatakan Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat.
"Sungguh menyedihkan untuk berpikir bahwa enam bulan lalu ketika Anda (Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional) merekomendasikan saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, ada kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian di luar China," kata Tedros.
Baca juga: Update Covid-19 Global: Sudah 17,75 Juta Terinfeksi, Kematian Tertinggi di Negara Ini
Dia mengatakan bahwa sejak awal virus, banyak pertanyaan ilmiah telah terjawab, dan banyak yang tetap tidak terjawab.
Komite darurat selalu berhati-hati dalam dalam membuat pernyataannya dan pada hari Jumat komite tersebut kembali mengevaluasi status darurat Covid-19.
Sebelum Covid-19, WHO juga pernah mengumumkan darurat kesehatan masyarakat flu babi, polio, Zika, dan Ebola.
"Hasil awal dari studi serologi melukiskan gambaran yang konsisten: sebagian besar orang di dunia tetap rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang telah mengalami wabah parah.
"Banyak negara yang percaya bahwa mereka telah melewati masa kritis dan sekarang bergulat dengan wabah baru." jelas Tedros.
Dia mengatakan beberapa negara, yang tidak terlalu terpengaruh pada minggu-minggu awal, sekarang mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian, sementara beberapa negara yang sudah melewati gelombang besar, kini sudah mulai reda.
"Meskipun pengembangan vaksin terjadi dengan sangat cepat, kita harus belajar hidup dengan virus ini, dan kita harus berjuang dengan alat yang kita miliki," kata Tedros.
Tedros mengatakan pemahaman yang lengkap tentang epidemiologi dan risiko global yang ditimbulkan oleh virus baru ini memerlukan pengujian serologis sistematis, yang mengungkapkan informasi penting.
"Pengujian serologis mendeteksi antibodi dalam darah yang mengindikasikan jika seseorang telah terinfeksi," kata kepala WHO.
"Ini memberi tahu kita seberapa sering infeksi terjadi di antara populasi yang berbeda, berapa banyak orang yang memiliki infeksi ringan atau tanpa gejala, dan berapa banyak orang yang terinfeksi tetapi mungkin tidak diidentifikasi oleh pengawasan penyakit rutin."
Tedros mengatakan pengujian serologis mungkin mengungkapkan proporsi populasi mana yang bisa kebal di masa depan.
"Ini akan memungkinkan para pembuat keputusan lokal, nasional, dan internasional untuk merespons secara kolektif, dan lebih efektif, terhadap pandemi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Hasil Belgia vs Prancis berakhir 0-1. Michael Olise mencetak gol menit ke-88 dan membawa Les Bleus ke puncak Grup A1.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.