Nusron Wahid Dijadwalkan Diperiksa KPK, Surat Panggilan Sudah Dikirim
KPK mengirim surat panggilan ulang kepada Nusron Wahid sebagai saksi dugaan korupsi di ATR/BPN, terkait suap pengurusan sertifikat tanah di Bogor.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, PASURUAN--M Tohir, pelaku pembunuhan terhadap balita di Dusun Klompang, Desa Tanggulangin, Pasuruan sempat membungkus tangan dengan plastik saat memukul korban. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan sidik jari.
Fakta ini terungkap dalam adegan ke-28 saat reka ulang di halaman Polres Pasuruan, Selasa (28/7/2020). Saat itu, M Tohir mengambil kantong plastik lalu diikatkan pada kedua tangannya. Kemudian, Tohir mengambil tongkat kayu dan memukul kepala korban.
BACA JUGA : Seorang Ayah Tega Menganiaya Balita Gizi Buruk
Begitu tak bergerak, korban dimasukkan ke dalam karung dan diangkat menuju parit di persawahan. “Jadi, korban dipindahkan dari lokasi awal. Semua bertujuan untuk menghilangkan jejak,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan, Aiptu M Nidhom, Selasa (28/7/2020).
Nidhom menjelaskan, sebelum dibunuh, korban juga disetubui. Tindakan itu dilakukan pelaku di hadapan istri. “Oleh istri pelaku, korban juga dilucuri perhiasannya, setelah itu dibunuh,” ujarnya.
Nidhom mengatakan, pada reka ulang pembunuhan ini ada 36 adegan yang dilakukan pasangan suami istri tersebut. Adegan tersebut mulai dari pelaku mengajak korban ke rumah, hingga membenamkan kepala korban ke dalam lumpur parit.
BACA JUGA : Gegara Diejek, Pria di Sleman Aniaya Bocah hingga Gegar
Nidhom mengaku sengaja menggelar reka ulang pembunuhan di halaman Polres Pasuruan karena pertimbangan keamanan. Pasalnya, warga di lokasi kejadian masih marah dan tidak terima dengan tindakan sadis tersebut.
“Situasinya tidak memungkinkan. Maka, demi keamanan tersangka, reka ulang kami gelar di sini,” ujarnya.
Diketahui, aksi pembunuhan disertai perampokan menimpa seorang siswi Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Jasad R (4) ditemukan mengambang di kubangan sawah, sementara perhiasan berupa gelang, kalung dan anting-anting korban raib.
Hasil penyelidikan polisi, pembunuhan sadis ini dilakukan pasangan suami istri M Tohir (27) dan Ifa Maulaya (19), tetangga korban. Kedua pelaku ini tega membunuh karena ingin mengambil perhiasan korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : inews.id
KPK mengirim surat panggilan ulang kepada Nusron Wahid sebagai saksi dugaan korupsi di ATR/BPN, terkait suap pengurusan sertifikat tanah di Bogor.
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez dan menyoroti tekanan ban.
Mural pelajar Jogja dalam HUT ke-270 Kota Jogja mengangkat budaya, kebersihan sungai, dan persoalan sampah melalui karya penuh pesan.
Speedtest Global Index Agustus 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.