Trump Masih Buka Opsi Serang Iran, Diplomasi Timur Tengah Berlanjut
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Ilustrasi pesawat terbang/Pixabay
Harianjogja.com, TEHERAN - Masih ingat dengan peristiwa jatuhnya pesawat komersial Ukraina di Teheran pada Januari lalu? Penyelidik mengatakan bahwa insiden itu ternyata disebabkan oleh serangkaian kesalahan oleh militer Iran.
Penerbangan Ukraina International Airlines 752 ditembak jatuh tak lama setelah berangkat dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada 8 Januari.
Laporan sementara yang dirilis Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAOI) pada Sabtu (12/7/2020) telah menguraikan rantai kesalahan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), yang mengakibatkan kematian semua 176 orang di dalam pesawat.
Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dengan Amerika Serikat menyusul pembunuhan Jenderal pasukan elite Quds, Qassem Soleimani di Irak.
Pertahanan udara Iran telah siaga tinggi pada saat itu dan Iran baru saja meluncurkan serangkaian tembakan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di Irak sebagai pembalasan beberapa jam sebelum jatuhnya pesawat tersebut.
Versi lengkap dari laporan CAOI belum tersedia untuk umum, tetapi kutipannya telah diterbitkan oleh kantor berita negara, Fars.
Dalam temuannya, CAOI mengatakan pesawat penumpang itu melakukan perjalanan di koridor penerbangan normal, tetapi unit pertahanan udara yang menargetkannya baru saja dipindahkan dan gagal dikalibrasi baik, menyebabkannya salah mengidentifikasi pesawat sipil itu sebagai objek bermusuhan.
Laporan itu juga mengatakan sistem rudal itu tidak dapat berkomunikasi dengan pusat komando mereka, dan menembaki pesawat tanpa menerima persetujuan resmi.
"Jika masing-masing [masalah] tidak muncul, pesawat tidak akan menjadi sasaran," demikian disimpulkan CAOI dalam laporannya sebagaimana dilansir BBC, mengutip Okezone--jaringan Harianjogja.com.
Bulan lalu, otoritas Iran mengatakan enam orang telah ditangkap atas insiden itu.
Para penyelidik mengatakan bahwa pekerjaan mereka bukan untuk menentukan siapa yang bersalah, tetapi untuk mencegah kecelakaan di masa depan dengan mengekspos penyimpangan yang terjadi dalam sistem.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "Hasil Penyelidikan: Pesawat Penumpang Ukraina Ditembak Jatuh di Iran karena "Kesalahan Manusia"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam